Wednesday, 19 September 2018

Dampak Kekeringan si Sukabumi Meluas

Kamis, 21 Juni 2012 — 0:37 WIB
ilussawah

SUKABUMI (Pos Kota) – Memasuki musim kemarau mengakibatkan dampak kekeringan kian meluas di Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi ini mengancam areal pertanian, seperti tanaman padi. Diperkirakan kegagalan panen (fuso) akibat dampak kekeringan mengancam hingga 70 persen areal tanaman padi di selatan kabupaten terluas ini.

Sahlan, salah seorang petani asal Kecamatan Surade mengakui ancaman kekeringan memang sangat dirasakan oleh petani padi di wilayahnya. Pasalnya, areal pertanian padi di wilayahnya mayoritas merupakan sawah tadah hujan.

“Karakteristik tanah di selatan termasuk yang paling tinggi penyerapan airnya. Sedangkan di sisi lain sumber air sangat terbatas. Apalagi umumnya mengandalkan datangnya hujan,” kata Sahlan kepada Pos Kota, Rabu (20/6).

Kekeringan yang mengancam areal pertanian padi, kata Sahlan, karena petani di wilayahnya memaksakan menanam jenis padi pada musin kedua sekitar April lalu. Padahal, seharusnya para petani membaca musim kemarau sehingga cenderung lebih cocok menanam tanaman palawija seperti kedelai.

“Tanaman palawija tidak terlalu banyak membutuhkan air. Sehingga kalau menanam padi tidak cocok di wilayah sini,” ujarnya.

Ketua HKTI Kabupaten Sukabumi, Acep Sopian menuturkan ke depannya untuk mengantisipasi kekeringan areal pertanian padi pihaknya akan mendesak pemerintah untuk memperbaiki saluran irigasi. Dengan begitu, ketika tiba musim kemarau tidak terlalu berimbas kepada pertanian.

Hanya, kata Acep sejauh ini belum bisa merinci berapa jumlah irigasi yang rusak di wilayahnya. Alasannya, jajaran pengurus HKTI saat ini masih baru. “Setelah menata internal organisasi, baru kami akan melakukan pendataan. Sebab, keberadaan irigasi cukup penting dirasakan petani pada musim kemarau,” tandasnya. (sule)