Friday, 21 September 2018

Sukmawati : Jangan Sekali-kali Melupakan Bung Karno

Kamis, 21 Juni 2012 — 20:33 WIB
Sukmawati Orasi3

JAKARTA (Pos Kota) –  Hancurnya perekonomian dan  kebudayaan  Indonesia karena pemimpin negara ini lupa dengan Presiden RI pertama Ir. Soekarno.  Sebab, semua ajaran Bung Karo dengan Marhaenisme-nya tak lain untuk kesejahteraan rakyatnya.

“Kalau dulu, Bung Karno berkata :’Jas Merah, jangan sesekali meninggalkan sejarah’, tapi sekarang, kita jangan sesekali melupakan Bung Karno. Sebab, Bung Karno memerdekaan Indonesia. Ini penting sebagai indentitas kita,” kata Ketua DPP PNI Marhaenismed, DM Sukmawati Soekarnoputri dalam pidatonya saat perimngatan  Haul (hari wafat) Bung Karno ke 111, di Blitar, Rabu  malam (20/6).

Secara tegas putri ke-3 Bung Karno ini mengatakan tidak benar Indonesia negara yang gagal. “Kalau dibilang Indonesia negara gagal, gagal apanya? Itu tidak benar,” pekiknya dan disambut ribuan massa yang hadir dengan tepuk tangan.

Sukmawati mengingatkan para loyalis Soekarno, dulu katanya, saat memperingati Haul Bung Karno dihantui dengan rasa ketakutan oleh pemerintah Orde Baru.

“Sangat mengharukan! Dulu saat awal-awal memperingati haul Bung Karno suasana mencekam, penuh ketakutan dan mengerikan. Tapi, kita tetap memperingati haul Bung Karno, termasuk para loyalis Soekarno,” katanya dengan berapi-api.

Sejak haul pertama 42 tahun yang lalu, setiap tahunnya Sukmawati tidak pernah absen datang ke kota Blitar, Jawa Timur. Sukmawati hadir dalam acara puncak ini mewakili keluarga Bung Karno di Jakarta. Rachmawati yang hampir tiap kali acara Haul datang, tapi tahun ini absen karena alasan kesehatan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas nama keluarga Soekarno. Sebab, Bung Karno masih ada di hati kita semua. Betul tidak?” tanyanya kepada hadiirin, langsung massa berteriak dan bersemangat. (rizal/dms)

DM Sukmawati Soekarnoputri saat memberikan orasi politiknya di acara haul Bung Karno (rizal)