Monday, 27 May 2019

KPU DKI Imbau Saksi Kawal Suara Dari TPS Hingga Kecamatan

Jumat, 22 Juni 2012 — 17:27 WIB
kpu

JAKARTA (Pos Kota) -Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI berharap saksi dari masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ikut mengawal perjalanan penghitungan suara mulai dari TPS ke PPS hingga PPK. Suara yang telah selesai dihitung di TPS akan dimasukan kotak suara bersegel akan disimpan di kantor kelurahan.

“Prinsip kami (KPU DKI) adalah menyelenggarakan Pilgub DKI yang bersih, jujur dan memenuhi rasa keadilan. Oleh karena itu, kalau perlu kotak suara yang membawa kertas suara harus ikut dikawal,” jelas Ketua Pokja Sosialisasi dan Tungra, Sumarno, pada acara sosialisasi pelaporan dana kampanye dan tata cara penghitungan suara di Hotel  Millenium, Jakarta.

Lebih lanjut Sumarno mengatakan, saksi masing-masing pasangan calon maksimal bisa menugaskan dua orang di TPS yang harus dilengkapi surat tugas dari tim kampanye. Namun, keduanya tidak harus secara bersamaan berada di TPS. “Mereka bisa bergantian bertugas,” kata Sumarno.

Dalam kesempatan itu, Sumarno juga memperlihatkan contoh kertas suara dan tata cara pencoblosan. Dia menerangkan, dalam kertas suara terdapat tujuh kode pengamanan untuk menghindari pemalsuan.

“Hologram dalam surat suara hanya salah satu karakteristiknya saja. Masih ada enam karakteristik lainnya, sifatnya rahasia, untuk menghindari pemalsuan surat suara,” kata Sumarno.

Sumarno, menjelaskan tata cara pencoblosan surat suara yang sah yakni antara lain dengan mencoblos pada kotak atau kolom pasangan calon, foto pasangan calon, kolom nomor calon, atau kolom nama calon. “Bisa juga dicoblos lebih dari satu kali tapi dalam kolom calon yang sama dan hanya boleh menggunakan alat coblos yang sah berupa paku yang disediakan oleh panitia pemungutan suara di masing-masing bilik,” katanya.

Sementara pencoblosan yang dianggap tidak sah apabila pemilih mencoblos lebih dari satu kali pada kolom calon yang berbeda. Atau, mencoblos satu kali, namun diberi tanda khusus seperti tulisan. “Pemilih juga tak boleh mencoblos surat suara di luar kotak atau kolom, dan mencoblos menggunakan alat lain yang tidak disediakan oleh KPU misalnya dengan rokok,” katanya.

Menurut Sumarno, pada 1 Juli mendatang seluruh surat suara sudah berada di KPU DKI untuk selanjutnya didistribusikan ke enam wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu. Proses distribusi sendiri akan didampingi pihak kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

“Maksimal dua hari sebelum pemungutan suara, logistik sudah sampai ke tempat pemungutan suara. Bilik kotak dan sebagainya sebagian sudah didistribusikan dari sekarang. Formulir dikirim bersamaan dengan surat suara,” ujarnya.

Sedangkan, lanjutnya, kartu pemilih dan form C6 atau undangan pemilih, akan dibagikan maksimal tiga hari sebelum hari pemungutan suara. “Teknis kartu dan surat undangan belum diterima pemilih, yang bersangkutan tetap bisa memilih asalkan terdaftar dan membawa identitas,” tuturnya.

(kpujakarta/sir)

  • http://www.facebook.com/qingqing536 Qing Qing

    Berarti titik tidak aman nya berada di kecamatan sampai KPU tuh …