Tuesday, 17 October 2017

Tahun 2015 Tidak Ada Lagi Minyak Goreng Curah

Sabtu, 23 Juni 2012 — 19:38 WIB
gorengcurah236

DIANGGAP tidak higienis, minyak goreng curah tidak boleh lagi beredar dan dijual di pasaran pada 2015. Sebagai gantinya disiapkan minyak goreng kemasan bercap MinyaKita.

“Sampai akhir 2014, kami menargetkan masyarakat sudah memakai minyak goreng kemasan dan meninggalkan minyak goreng curah,” jelas Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo, saat membuka pasar murah di kantor pusat Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Sabtu (23/6) siang.

Agar minyak goreng kemasan buat masyarakat kecil ini selalu tersedia di pasar, pemerintah menggandeng para produsen minyak goreng.

Saat ini ada 24 produsen minyak goreng yang siap memproduksi MinyaKita.

Untuk menggairahkan produksi dan penjulan MinyaKita, para produsen diberi insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Mantan Direktur Bina Pasar ini mengungkapkan pengalihan konsumsi minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan sudah dilakukan sejak 2011 lalu.

Tujuannya selain menyediakan minyak goreng yang higienis dan berkualitas, juga untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasaran.

“Selama ini harga minyak goreng curah selalu berfluktuasi, sehingga masyarakat kecil sering terpukul,” jelasnya.

Gunaryo mengaku saat ini tinggal dua negara yang menjual minyak goreng curah. Indonesia dan Bangladesh. “Masak kita mau begini terus dan mau disetarakan dengan Bangladesh,” ucapnya. (setiawan)

Teks : Ilustrasi