Senin, 25 Juni 2012 — 8:06 WIB

Melestarikan Budaya dan Bahasa Lokal

BULAN-BULAN ini untuk mengembangkan nilai Budaya Jawa semakin berkembang pesat. Sebagai usaha dan upaya untuk melestarikan nilai-nilai Budaya Jawa ternyata lebih mencapai sasarannya. Upaya dan usaha itu tidak bicara mengenai Jawanisasi, tetapi justeru memasukkan nilai-nilai Budaya Jawa ke berbagai seni pertunjukan.

Sebagai contoh: Acara di televisi yang mengangkat Opera Van Java telah mampu menghadirkan nilai-nilai tentang perwayangan dan pertunjukan. Orang boleh bicara mengenai Opera Van Java tersebut dengan bermacam-macam pandangan. Tetapi masyarakat yang bukan orang Jawa mulai bertanya-tanya mengenai tokoh-tokoh wayang yang dikembangkan di Opera Van Java. Untuk itu Opera Van Java harus mampu mengembangkan nilai-nilai seni secara kreatif dalam penyajiannya tersebut.

Peran Televisi lokal khususnya di Jawa banyak mengangkat mengenai pertunjukan yang berdasarkan nilai-nilai Jawa. Sebagai contoh: Acara-acara Penembromo untuk anak-anak, acara Wayang Kulit, acara Ketoprak, acara Karawitan, acara Wayang Orang serta berita-berita berbahasa Jawa. Baik Jawa Timuran, Banyumasan dan lain-lainnya berkembang pesat.

Demikian juga sisipan Koran-koran lokal dengan sisipan laporan berbahasa Jawa menunjukkan betapa pesat dan berkembangnya nilai-nilai Jawa. Hal tersebut tidak bertentangan dengan keputusan UNESCO di mana Bahasa Jawa yang merupakan ”bahasa Ibu atau bahasa lokal” harus dilestarikan. Dengan demikian peran peran Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam melaksanakan misi tersebut harus didukung oleh materi yang tepat dan efektif, didukung dengan dana yang memadai, didukung oleh persiapan-persiapan Guru Bahasa Jawa dengan baik serta kewajiban Pemda untuk mewujudkan adanya gamelan-gamelan di setiap SD, SMP, dan SMA.

Itulah antara lain konsekwensi logis yang dikaitkan dengan meningkatkan nilai-nilai budaya Jawa. Baru-baru ini penulis juga melihat adanya perkembangan di daerah-daerah di mana setiap Pemda dua kali seminggu karyawan dan masyarakatnya dianjurkan menggunakan Bahasa Jawa. Termasuk pada saat upacara bendera setiap pagi menggunakan cara dan pidato berbahasa Jawa. Penulis juga menghargai terhadap sekolah-sekolah, dalam upaya mencegah tawuran dan coret-coret serta perilaku yang sembrono ketika lulus SMP dan SMA, dengan mengharuskan murid-murid yang lulus menggunakan pakaian Jawa lengkap dengan beskab. Benar adanya, setiap murid menggunakan blangkon dan beskab lengkap, mereka datang ke sekolah dengan pakaian yang sopan dan tidak ugal-ugalan.

Hal tersebut di atas juga bisa ditiru oleh daerah-daerah lainnya. Daerah Pasundan dengan pakaian dan bahasa Sunda, begitu juga daerah Minang, daerah Melayu, daerah Bali, daerah Banjar, daerah Bugis, daerah Ambon, dan lain-lainnya. Semua dilaksanakan untuk menghormati keputusan UNESCO dalam menggunakan dan melestarikan budaya dan bahasa lokal. Monggo, silahkan!!*

  • http://www.facebook.com/kandok.bajo Kandok Bajo

    apa untungnya buat kami??? kami bukan jawa… jadi jangan jawanisasi kami…. dan jangan pernah ada niat untuk hal itu… itu sama artinya kalian tidak menghargai suku orang lain.. ok bro…!!!


Induk

Kamis, 5 Mei 2016 — 5:54 WIB
Komitmen Pengembang Reklamasi
Rabu, 4 Mei 2016 — 5:34 WIB
Syarat Beli Mobil Pribadi Wajib Punya Garasi
Selasa, 3 Mei 2016 — 5:34 WIB
Memimpikan Pendidikan Murah & Berkualitas
Senin, 2 Mei 2016 — 5:26 WIB
Sepakbola Indonesia Bergairah Lagi

Kopi Pagi

Kamis, 5 Mei 2016 — 5:53 WIB
HARGA JELANG LEBARAN
Senin, 2 Mei 2016 — 5:51 WIB
ANCAMAN DISINTEGRASI
Kamis, 28 April 2016 — 5:37 WIB
OLAHRAGA PRESTASI
Senin, 25 April 2016 — 4:59 WIB
ASEAN DAN ABU SAYYAF
Kamis, 21 April 2016 — 6:21 WIB
BAMBANG EKALAYA

Bang Oji

Rabu, 27 April 2016 — 5:22 WIB
BAKAL RAMAI
Rabu, 20 April 2016 — 5:37 WIB
NAMA JALAN
Rabu, 13 April 2016 — 8:02 WIB
HIDUPKAN MONAS
Rabu, 6 April 2016 — 5:54 WIB
BERPIKIR POSITIF
Rabu, 30 Maret 2016 — 5:14 WIB
BISA JADI ITU BARANG

Ekonomi Rakyat

Selasa, 8 April 2014 — 2:18 WIB
Menghitung
Selasa, 18 Februari 2014 — 13:35 WIB
Irit Listrik
Rabu, 15 Januari 2014 — 9:33 WIB
Maju Dengan Tempe
Selasa, 31 Desember 2013 — 9:50 WIB
Carmat Namanya…
Jumat, 4 Oktober 2013 — 9:53 WIB
Mudik dan PKL

Dul Karung

Sabtu, 30 April 2016 — 6:15 WIB
Parpol dan Hari Buruh
Sabtu, 23 April 2016 — 5:39 WIB
Mahar, Mahir, Mahal
Sabtu, 16 April 2016 — 6:20 WIB
Untung Dul Karung Tidak Kaya Raya
Sabtu, 9 April 2016 — 5:50 WIB
Calon dan “Panama Papers.”
Sabtu, 2 April 2016 — 6:05 WIB
Pro Kontra Three in One