Sunday, 23 September 2018

Minta Anas Mundur, Ruhut Ditegur Ketua Fraksi Demokrat

Selasa, 26 Juni 2012 — 17:52 WIB
ruhut-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf,  mengaku sudah melayangkan surat teguran kepada Ruhut Sitompul atas penyataan tentang permintaan mundur Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.

“Kami sudah mengeluarkan surat teguran pada Ruhut. Ini sesuai tatib untuk mengektifkan kinerjanya,” ujar  Nurhayati saat ditemui wartawan  di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Menurut Nurhayati, sebelum diberikan kepada Ruhut,  surat teguran sudah disetujui Ketua Umum Partai Demokrat Anas Ubaningrum, dan Dewan Pembina Partai. “Itu sesuai mekanisme kepartaian kami,” terangnya.

Terkait kemungkinan recall terhadap Ruhut, Nurhayati menyerahkannya kepada mekanisme partai. “Saya kira kalau recall, (itu) mekanisme DPP,” kata Nurhayati.

Di tempat terpisah,  Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, menegaskan , dilayangkannya surat teguran sudah menjadi sanksi yang cukup buat Ruhut. Sehingga, tidak perlu dilakukan pemecatan atau recall.

“Semua itu bisa diselesaikan di dalam. Di dalam politik tak tabu bisa diselesaikan di meja internal,” terang Max.

RUHUT TERTAWA

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD) yang juga  Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi DPP PD, Ruhut Sitompul, membantah pengakuan Ketua Fraksi PD DPR  Nurhayati Ali Assegaf yang  mengatakan telah memberi teguran kepadanya. Bahkan ia tertawa  mengetahui pengakuan Nurhayati itu dari media massa.

“Aku enggak ada masalah. Gue enggak pikirin. Gue Cuma  tertawa termehek-termehek,” kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI Senayan , Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Ruhut menegaskan , dirinya belum pernah menerima surat teguran yang ditandatangani Nurhayati menyusul pernyataan  vokal dirinya yang  meminta sang ketua umum PD Anas Urbaningrum mengundurkan diri.

“Terlalu banyak ngomong. Mana? Eggak ada surat pemanggilan. Makanya itu aku mau tanya itu, nanti ada satu forum. Aku mau studi banding, kan aku Palang Merah. Jadi, itu tidak benar dia mengundang aku. Aku baca di koran, jadi lucu,” kata Ruhut.

Menurut Ruhut, selaku ketua fraksi Nurhayati  berwenang memberikan teguran kepadanya. Namun, Ruhut menegaskan Nurhayati tak bisa mendorong agar dirinya di-recall atau dikeluarkan dari DPR atau pun partai.

“Kalian ingat adanya kasus adik Gus Dur (anggota DPR dari  Fraksi  PKB, Lily Wahidl/red) dipecat, di-recall sama Muhaimin (Ketua Umum PKB), sekarang dia masih anggota DPR enggak? Kan masih. Ingat, kami yang dipilih adalah orangnya, tapi didukung partai. Itulah menang dia. Jadi, enggak bisa pecat-memecat atau recall,” pungkas Ruhut.

(prihandoko/sir)