Thursday, 20 September 2018

10 Kecamatan di Sukabumi Rawan Kekeringan

Rabu, 27 Juni 2012 — 1:06 WIB
ilussukabkbumi

SUKABUMI (Pos Kota) – Sepuluh kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berpotensi mengalami krisis air bersih. Kondisi ini menyusul terjadinya perubahan cuaca dari musim hujan ke kamarau. Kesepuluh kecamatan tersebut tersebar di selatan Kabupaten Sukabumi.

“Ada 10 kecamatan rawan krisis air bersih saat memasuki musim kemarau. Sebab, di wilayah tersebut mengandalkan sumber airnya dari hujan. Sehingga begitu memasuki kemarau terjadi kekeringan atau penurunan debit air,’ kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Irwan Fajar, Selasa (26/6).

Mengantisipasi dampak krisis air bersih, kata Irwan, BPBP tengah menyiapakan beberapa langkah penanggulangan. Pembuatan sarana dan prasarana air bersih di sekitar pemukiman warga yang berada di daerah rawan, salah satunya. Sehingga dengan adanya sarana air bersih, ketika musim kemarau tidak krisis air bersih bagi warga.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, M Zaenudin, menuturkan secara keseluruhan Kabupaten Sukabumi merupakan daerah rawan terkena dampak kekeringan. Selain krisi air bersih, kekeringan juga menyebabkan permasalahan pada sektor lainnya seperti pertanian.

“Informasi yang kami dapat, memasuki kemarau saat ini sudah lebih dari 200 hektar mengalami kekeringan. Kita berharap kekeringan ini merupakan bencana, pemerintah harus cepat tanggap,” tandasnya. (sule)