Thursday, 20 September 2018

Kepsek Pungut Biaya Sekolah, Pasti Dipecat

Kamis, 28 Juni 2012 — 23:33 WIB
iluskepsek

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta H. Fauzi Bowo memerintahkan seluruh kepala sekolah SMA negeri dan SMK negeri, khususnya non RSBI, melaksanakan program sekolah gratis (wajib belajar 12 tahun). tidak melakukan pungutan.

“Wajib belajar 12 tahun di Jakarta harus sukses agar tidak ada lagi siswa yang putus sekolah. Saya minta seluruh kepala sekolah mematuhi ini. Jangan sampai ada pungutan. Biaya pendidikan sudah ditanggung pemprov melalui program wajar 12 tahun,” kata Fauzi Bowo di Balaikota, Kamis (28/6).

Menurut Fauzi, program tersebut untuk menekan angka siswa putus sekolah di Jakarta. “Kita berusaha menekan hingga ke titik nol. Jangan ada lagi siswa yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya. Kepala sekolah yang bandel tentu saja akan langsung dicopot. Jadi jangan coba-coba melakukan pungutan di luar ketentuan.”

RP10,17 TRILIUN

Selama ini, untuk masuk ke SMA negeri atau SMK negeri, orangtua siswa harus merogoh kocek cukup dalam. Di luar rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI), uang masuk minimal Rp5 juta sampai Rp15 juta. Begitu pula untuk masuk SMK negeri di luar RSBI.

Sebenarnya, sebelum wajar 12 tahun diterapkan, pemprov membantu biaya pendidikan melalui program beasiswa. Tapi, mulai tahun ajaran 2012-2013 ini wajar 12 tahun diterapkan. Anggaran yang dikucurkan untuk menyelenggarakan pendidikan hingga jenjang SMA/SMK mencapai Rp10,17 triliun. Untuk siswa SMA mendapat bisaya pendidikan Rp400 ribu/siswa/bulan, siswa SMK Rp600 ribu/ siswa/bulan.

Asisten Bidang Kesejahteraan Masyarakat Sekdaprov DKI Jakarta, H.Oloan Siregar, mengatakan pihaknya tengah melakukan sosialisasi ke tiap sekolah.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, mengajak pelaksanaan wajar 12 tahun tersebut diawasi ketat. “Masyarakat harus turut mengawasinya. Apalagiini akan dilaksanakan mulai tahun ajaran baru 2012-2013 ini,”katanya.

Ia juga meminta agar Dinas Pendidikan DKI Jakarta, melaksanakan program dengan cermat. “Jangan sampai ada lagi berbagai pungutan untuk kepentingan pendidikan.” (john/ak)

  • nagib Abdillah

    Bang Foke, boleh saja ada sekolah sma dan smk gratis buat sekolah regular. Tapi bang… bagi sekolah sekolah sma / smk regular yang sudah punya banyak prestasi baik akademis maupun non akademis, wah… gak bakaln cukup dana segitu bang… 400 ribu/ siswa/bulan buat SMA dan 600 ribu / siswa/ bulan buat smk.
    contoh ada kegiatan bimibingan rohani / mental bagi siswa, di salah satu sekolah sman di jakarta mengadakan pesantren kilat Ramadhan. dan itu perlu ada pungutan dari orang tua, dan masih lagi kegiatan-kegiatan lain.
    Sarana dan prasarana Laboratorium, khususnya lab. komputer, apa iya sekolah sma / smk di jakarta masih pakai komputer generai intel pentium 4.
    mohon ditinjau lagi.