Tuesday, 23 July 2019

Lokasi PLTN di Indonesia Belum Ada

Jumat, 29 Juni 2012 — 16:53 WIB
pltn296

JAKARTA (Pos Kota)-Kepala Pusat Pengembangan Energi Nuklir – Batan Achmad Sarwiyana Sastratenaya mengatakan kehadiran PLTN di Indonesia sangat mendesak. Pasalnya, besarnya kebutuhan listrik untuk menunjang pertumbuhan ekonomi sangat sulit jika hanya mengandalkan pembangkit listrik konvensional.

“Untuk mengimbangi kebutuah listrik akibat cepatnya pertumbuhan industri paling realistis adalah pembangunan PLTN,’ katanya.

Sayangnya, meskipun persoalan tersebut sudah sangat jelas tetapi hingga saat ini Indonesia belum mempunyai calon lokasi atau calon tapak PLTN. Saat ini Batan sedang melakukan Studi Kelayakan PLTN pertama di Indonesia di Bangka.

Studi ini sangat penting dan strategis. Jika pada gilirannya Indonesia memutuskan untuk memanfaatkan PLTN, telah tersedia sekurangnya dua tapak yang siap digunakan.

Belajar dari kejadian kecelakaan PLTN Fukushima 11 Maret 2011, maka yang utama dalam pemilihan lokasi penempatan PLTN harus betul-betul bebas dari ancaman bahaya alam seperti tsunami, gempa bumi, gunung api, banjir, dan lain-lain.

Dengan semakin berkembangnya aspek keselamatan dan non-proliferasi senjata nuklir, disamping keekonomian PLTN yang semakin kompetitif sejalan dengan semakin matangnya teknologi PLTN, maka program pengembangan nuklir sebagai salah satu alternatif energi maka perlu untuk terus dikembangkan dan didukung dengan riset secara sungguh-sungguh.

Disamping itu semakin tingginya harga energi fosil dan harga emisi karbon, krisis listrik yang berkepanjangan dan adanya komitmen Pemerintah untuk menurunkan emisi CO2, serta memperhatikan peta politik energi negara-negara di kawasan asia dan dunia, maka PLTN menjadi salah satu alasan kenapa program pengembangan nuklir perlu untuk terus dikembangkan. Hal ini sejalan dengan amanat dari UU No. 10 Tahun 1997 tentang Keteganukliran dan UU No. 17 Tahun 2007 tentang RPJPN. (faisal)

Teks : Ilustrasi