Tuesday, 16 July 2019

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Kontener Pasir Zircon

Selasa, 3 Juli 2012 — 15:55 WIB

SEMARANG (Pos Kota) – Lima kontener berisi 115 ton Zircon Sand (pasir Zircon) senilai Rp 1,6 miliar diamankan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jawa Tengah dan D.I Yogjakarta. Barang tersebut diduga akan diselundupkan dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan daerah tujuan China. Selain barang bukti tersebut, Bea dan Cukai juga berhasil menangkap dua tersangka masing-masing berinisial RS dan TM.

Menurut keterangan, upaya penyelundupan ini terkuak bermula dari adanya pembelokan surat izin mengiriman yang tidak sesuai dengan jenis barang yang berada di lima kontainer itu. “Perizinan pengiriman mencantumkan nama barang Zinc Dust (serbuk seng), namun setelah dilakukan pengecekan ternyata Zircon Sand (pasir zircon),” ungkap Dirjen Bea dan Cukai Jateng dan D.I Yogjakarta Agung Kuswandono, Selasa (3/7/2012).

Akibat perbuatan yang dilakukan dua tersangka itu, kerugian yang dialami negara sebesar Rp 300 juta. “Sebenarnya bukan kerugian uang yang besar. Tapi efek dari barang tersebut. Karena pasir zircon itu nantinya akan dijadikan barang jadi seperti perhiasan di negara tujuan pengiriman. Aset itu nantinya akan merugikan masyarakat dan negara yang sangat besar,” terangnya

Dalam penangkapan tersebut, Bea dan Cukai mengamankan lima kontainer dengan nomor kontainer FCIU2960504, FCIU410074, APZU3443188, TEXU2566995 dan TRLU3850324. Masing-masing kontener bertonase barang seberat 115 ton. Eksportir diketahui CV  CKI dan CV KS semuanya akan dikirim ke China.

Agung Kuswandoro, mengatakan, penyelundupan 5 kontainer ini bernilai Rp 1.682.390.775, dan kerugian negara mencapai Rp. 336.478.115. Rencananya, 115 ton serbuk seng tersebut akan diolah di China, yang kemudian akan kembali dijual di Indonesia. “Kita masih melakukan pengembangan dari kedua pelaku, karena diduga kuat, pelaku tidak hanya dua orang,” ujar Agung . Kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 102A penyelundupan dan Pasal 103 tentang pemalsuan dokumen barang ekspor, dengan hukuman 12 tahun penjara.

(suatmadji/sir)