Selasa, 3 Juli 2012 16:52:42 WIB

Raka Rano Karno Terancam Hukuman 20 Tahun

Raka Widyarma-n

TANGERANG (Pos Kota) -  Anak angkat Wagub Banten Rano Karno, Raka Widyarma,22 dan teman wanita Karina Aditya,19 diajukan ke Pengadilan Negeri Tangerang dengan dakwaan memiliki 5 butir ekstasi yang di pesan dari Malaysia, Selasa (3/7).

Raka dan Karina di depan sidang Pengadilan Negeri Tangerang. (Maryoto)

Kedua terdakwa ini didakwa jaksa dengan pasal berlapis pasal 111, 113, 114 dan pasal 127 Undang Undang No.35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika golongan I diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Tim jaksa terdiri dari Riyadi, SH, Putri Ayu, SH dan Samsuwardi, SH dalam dakwaannya mengatakan kedua terdakwa memiliki 5 butir pil ekstasi yang dipesan dari kenalannya di Malaysia pesanan disampaikan melalui media online.

Lima butir ekstasi dikirim melalui paket kiriman lewat pesawat di cargo Bandara Soekarno Hatta. Paket berisi barang haram ini berhasil terdiktesi sinar X-ray petugas Bea Cukai Bandara Soetta.

Petugas bea cukai dan Satuan Narkoba Polres Bandara kemudian melakukan pelacakan(control deleveri) sesuai alamat yang tertera di paket tersebut yakni dikawasan perumahan Bintaro Tangerang Selatan.

Paket itu ternyata benar diterima oleh Raka dan Karina sehingga keduanya dibawa petugas ke Polres Bandara Soetta pada 10 Maret 2012 lalu.

Usai pembacaan dakwaan jaksa, Raka dan Karina ditanya ketua majelis hakim Dehel K. Sandan, SH .

“Apakah saudara mengerti apa yang didakwakan jaksa?”

Keduanya menganggukan kepalanya pertanda mengerti.

Hakim lalu bertanya lagi apakah mau mengajukan keberatan (eksepsi) atas dakwaan jaksa. Ia setelah konsultasi dengan penasihat hukumnya Budi Iskandar,SH Raka menjawab tidak akan mengajukan keberatan.

AJUKAN PENANGGUHAN

Penasihat hukum Raka, Budi Iskandar mengatakan tidak keberatan atas pasal yang dikenakan kepada kliennya itu, namun ia meminta majelis hakim agar mengabulkan permohonan penangguhan penahanan karena kondisi Raka yang mengalami depresi dalam penjara.

“Kami berharap Raka bisa dipindahkan di panti rehabiliasi untuk mendapatkan pengobatan, karena Raka korban pecandu narkoba yang harus mendapat perawatan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 10 Maret lalu Raka dan teman wanitanya Karini ditangkap petugas satuan Narkoba Polres Bandara Soetta di perumahan kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang. Ia ditangkap bersama barang buktinya 5 butir pil ekstasi yang dipesan lewat media online dari kenalannnya di Malaysia.

Terungkapnya kasus ini berkat kejelian petugas cargo Bandara Soetta yang memeriksa paket kiriman dari Malaysia dengan alamat penerima di Perumahan Bintaro. Ketika diperiksa isi paket ternyata pil ekstasi.

Atas temuan ini petugas Polres Bandara dan Bea Cukai melakukan control dileveri (pengiriman yang diawasi) ke alamat di Bintaro. Ternyata siasat petugas berhasil paket itu diterima oleh Raka dan teman wanitanya, Karini. Petugas kemudian menggelandang Raka dan Karini ke Polres Bandara Soetta dan keduanya dijebloskan ke tahanan hingga sekarang.

Meskipun akan keinginan dari Rano Karno agar anak angkatnya itu bisa ditahan luar dan direhabilitasi, namun Kapolres Bandara Soetta Kombes Reynhard Silitonga,SH,Msi
menolaknya dan tetap menahan Raka dan Karini. (maryoto/dms)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.