Saturday, 19 January 2019

Tren Perceraian di Indonesia Meningkat

Selasa, 3 Juli 2012 — 0:45 WIB
Yulia - Demian
JAKARTA (Pos Kota) – Tren perceraian di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama  pada 2010, dari 2 juta orang nikah setiap tahun se-Indonesia,  ada 285.184 perkara  berakhir dengan perceraian per tahun.
“Penyebab perceraian banyak hal, mulai dari selingkuh, ketidak harmonisan, sampai karena persoalan ekonomi. Faktor ekonomi menjadi penyebab terbanyak dan yang unik adalah 70 persen yang mengajukan cerai adalah istri, dengan alasan suami tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” ucap mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Prof Dr Meutia Hatta di Jakarta, Selasa.
Menurut Meutia, komunikasi merupakan kunci utama dalam menjalin hubungan erat pasangan. Dalam sebuah keluarga, komunikasi menjadi sangat penting untuk menjaga keharmonisan. Dengan diluncurkan gerakan sosial Romantic Hour pada Mei lalu, Meutia menyepakati upaya membina keluarga sangat penting guna meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga.
“Sebagian besar suami istri di Indonesia sibuk dengan karirnya, sehingga kesempatan untuk saling berkomunikasi, padahal komunikasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas romantisme dalam keluarga. Gerakan sosial Romantic Hour harus selalu dilakukan oleh keluarga Indonesia agar menjadi kebiasaan yang baik,” tutur Meuthia Hatta.
Gerakan sosial Romantic Hour sudah dicanangkan sejak Mei lalu. Ia mengajak pasutri meningkatkan komunikasi dengan menyisihkan waktu satu jam tanpa gadget, membangun komunikasi yang lebih berkualitas di rumah. “Ini demi memperkuat ketahanan rumah tangga dan keluarga,” katanya, Selasa.
Dalam rangka memperingati Hari Keluarga 2012 setiap tanggal 29 Juni, SariWangi kembali mengajak keluarga Indonesia  menyisihkan satu jam setiap harinya untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan keharmonisan antar anggota keluarga.
 Ia menilai, komunikasi bagi mereka yang sudah lama menikah sangat penting agar satu sama lain tidak merasa asing dan jauh. Bahkan lanjutnya, setiap pasangan itu memiliki kesetaraan gender agar dapat saling menghormati dan menghargai.
 Jangan sampai dengan kemajuan teknologi, munculnya bermacam-macam gadget justru menganggu komunikasi dalam keluarga. Interaksi suami istri perlu dijaga agar rumah tangga berjalan dengan baik. Merencanakan masa depan, satu jam saja sudah sangat berguna,” tuturnya.
Fiona Anjani Foebe, Marketing Manager Beverages PT Unilever Indonesia mengatakan sesuai dengan kampanye SariWangi tahun ini, “Nikmatnya SariWangi, Hangatkan Malammu!” gerakan Romantic Hour yang dilaksanakan pada 12 Mei 2012 lalu merupakan ajakan terhadap pasangan suami istri untuk menyingkirkan gadget selama satu jam dan memiliki komunikasi berkualitas bersama pasangan.
“Gerakan ini diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam upaya mengurangi angka perceraian yang meningkat setiap tahunnya,” kata Fiona. (aby/dms)