Thursday, 22 November 2018

Kemarau Tiba, Waspadai ISPA

Rabu, 4 Juli 2012 — 0:49 WIB
iluskemarau

SUKABUMI (Pos Kota) –Warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diminta mewaspadai penyebaran penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Terlebih, penyakit saluran pernapasan ini acapkali meningkat ketika memasuki musim kemarau.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, sejak Januari hingga Mei 2012 dilaporkan 35.449 balita terjangkit ISPA. Rincian jumlah itu yakni pada Januari sebanyak 7.617 balita, pada Februari sebanyak 7.298 balita, Maret sebanyak 6.768 balita, April 7.812 balita dan Mei sebanyak 5.954.

Malah, hingga Juni sekarang dinkes setempat mencatat ada dua balita meninggal lantaran terjangkit penyakit ini. Kedua balita itu berasal dari Kecamatan Cidolog dan Sagaranten. Oleh karena itu, dinkes setempat terus berupaya untuk menekan penyebaran ISPA ini.

Kepala Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kabupaten Sukabumi Sri Yasti menjelaskan, salah satu cara untuk mengantisipasi penyebaran ISPA yakni dengan cara meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan memberikan penambah daya tahan tubu dengan obat, misalnya.

“Semua warga harus meningkatkan kesehatannya untuk mengantisipasi serangan ISPA ini. Sebab, biasanya ISPA banyak menyerang balita dan anak begitu memasuiki musim pancaroba dan kemarau,” kata Sri kepada wartawan, Selasa (3/7) siang.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Sukabumi Yogi Rusbiato menilai gejala ISPA yang menimpa balita dan anak saat ini masih batas kewajaran. Mayoritas penyakit ISPA yang diderita seperti batuk, pilek dan sesak nafas yang disebabkan oleh debu dan makanan serta penularan dari orang yang sedang sakit. (sule)