Rabu, 4 Juli 2012 20:06:37 WIB

Konstruksi Selesai 90 Persen

Pembebasan Lahan JLTN Antasari-Blok M Masih Terhambat

jlntn47

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLTN) Antasari – Blok M diperkirakan sudah selesai sekitar 90 persen dan kini tinggal beberapa sambungan beton badan jalan layang yang sedang dikerjakan. Namun, sejumlah warga di Kel. Cipete Selatan, Cilandak Barat, Kec. Cilandak dan Kel. Pulo, Kebayoran Baru tetap menolak ganti rugi lahan yang bakal terkena proyek jalan tersebut.

“Kami bukannya tak mendukung program pemerintah tapi masalah ganti rugi lahan yang terkena belum ada kepastian besarnya,” kata Ny. Arif, warga Kel. Cipete Selatan, Cilandak, Rabu (3/7).

Menurut dia, ganti rugi yang diminta berkaitan dengan lahan yang bakal terkena proyek JLTN untuk jalan naik dari arah Cilandak atau JL. Arteri TB Simatupang menuju Blok M tak terlalu besar hanya diatas Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) atau diatas sekitar Rp 10 juta. “Harga tanah di kawasan ini sesuai NJOP memang sekitar Rp 6,7 juta/M2 tapi melihat harga pasaran tanah sekarang tentunya harus lebih tinggi,” tuturnya belum termasuk masalah bangunan, pohon dan lainnya.

Keterlambatan pembebasan lahan untuk jalan naik ke JLTN dari arah Cilandak karena sebagian besar warga yang berdekatan dengan perempatan Jl. Raya Cipete Utara dan Jl. Raya Jeruk Purut menolak ganti rugi lahan jika sesuai dengan JOP yang ditentukan pemerintah.

Menanggapi masalah belum dibebaskannnya lahan yang bakal terkena jalan naik dan turun JLTN di kawasan Cilandak, Walikota Jaksel Anas Effendi didampingi Asisten Pembangunan Ny. Tri Wahyuning Diah dan Kabag Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Ny. Shita, menegaskan bahwa pihaknya memang terus melakukan musyawarah terhadap warga .

“Ada sekitar 96 bidang tanah yang belum dibebaskan dan taraf negoisasi atau musyawarah dengan warga sekitar,” ujarnya yang mengaku ke 96 bidang tanah itu terdiri dari 62 bidang tanah seluas 3.842 m2 berada di Kel. Cipete Selatan, 5 bidang tanah seluas 3.396 M2 di Cilandak Barat dan 29 bidang tanah seluas 272 M2 berada di Kel. Pulo, Kebayoran Baru.

Ditambahkan Ny. Shita, dari 62 bidang tanah di Kel. Cipete Selatan yang menjadi prioritas pembebasan lahan untuk JLTN sekitar 28 bidang karena ini berkaitan dengan proyek pembangunan JLTN yang sudah selesai sekitar 90 persen.

DANA RP 1,2 TRILYUN

Kegiatan pembangunan JLTN Antasari – Blok M diperkirakan menelan dana sekitar Rp 1,2 triliun kini sudah selesai sekitar 90 persen dan diharapkan dapat mengantasi kemacetan maupun kesemrawutan di ruas jalan tersebut termasuk proyek pembangunan MRT di sepanjang Jl. Raya RS Fatmawati.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Ery Basworo mengatakan, jalan layang ini juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang biasa menggunakan Jl Fatmawati. Manfaat kehadiran jalan ini akan terasa saat pembangunan konstruksi MRT mulai dilakukan pada 2013 nanti. “JLNT ini akan meminimalisasi dampak pembangunan MRT terhadap arus lalu lintas,” katanya.

Selain itu, pembangunan JLNT ini juga bagian dari antipasti pembangunan jalan tol Antasari-Depok. “Kalau ini tidak dibangun sekarang, saat jalan tol itu beroperasi hasilnya tidak akan maksimal, potensi kemacetan di pintu tol akan tinggi sekali,” ujarnya yang berharap nantinya dapat mengurangi kemacetan sekitar 30 prsen di kawasan Blok M dan sekitarnya. (anton)

Teks:Kondisi proyek JLTN Antasari – Blok M yang terus dikebut untuk mengurangi kemacetan lalulintas di kawasan Blok M. (anton)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.