Wednesday, 27 March 2019

Pembantu Untuk `Aplusan`

Kamis, 12 Juli 2012 — 8:52 WIB
nahs-ub

UMUMNYA orang, piara pembantu kan untuk membantu urusan rumahtangga. Tapi beda dengan Ny. Shara, 35, dari Asahan (Sumut). Dia mengambil gadis Laila, 19, ternyata sekedar untuk “mengaplus” urusan ranjang suaminya. Maklum, Topan, 42, suaminya kelewat doyan urusan seks, sehingga istri pun kewalahan!

Banyak orang mengatakan, lelaki yang tak mampu mengendalikan syahwat, disebut: seperti ayam. Soalnya, yang namanya ayam, manakala ketemu babon serta merta ingin mengawininya. Tak pandang tempat dia. Di tempat sampah, disaksikan ayam-ayam lain, jika bangkit nafsunya langsung main kejar itu babon dan dikawininya. Namun demikian, ayam juga masih punya “etika”, karena tak pernah ada ceritanya ayam jago mengawini dua babon sekaligus.

Agaknya kelakuan Topan dari Asahan ini lebih nista daripada ayam jago. Bagaimana tidak? Dia minta istrinya mencari gadis pembantu, tapi motifnya bukan untuk membantu urusan pekerjaan rumahtangga, melainkan untuk urusan syahwat. Lantaran sang istri, Shara, juga sudah kecapekan hingga termehek-mehek melayani suami, terpaksalah dia mencari gadis pembantu sekedar untuk aplusan dengannya.

Bila Bung Karno menganggap politik itu panglima, dan Soeharto menganggap ekonomi itu panglima; justru Topan warga Desa Leidong Timur, Kecamatan Aek Leidong, Kabupaten Asahan, beranggapan panglima itu adalah syahwat. Masalahnya, bagi dia tiada hari tanpa seks. Tiap hari selalu minta dilayani, sehingga Shara sebagai istrinya sangat kuwalahan. Masak orang hidup hanya untuk begituan?

Jika sedang mood, Shara asyik-asyik saja memenuhi panggilan tugas. Tapi jika sedang ngantuk, atau capek, tersiksa rasanya jika tiba-tiba “dibrengkal” suami hanya untuk urusan yang satu itu. Tapi mau menolak ya bagaimana, orang ajaran agama mengatakan: istri yang menolak ajakan suami tidur akan dikutuk malaikat hingga pagi hari. Bayangkan, mesin pabrik saja jika giling terus, lama-lama jebol juga.

Shara kemudian ingat akan sebuah pesawat terbang. Burung besi itu selalu punya mesin ganda, untuk cadangan bilamana salah satu mesin mati mendadak. Barangkat dari analogi inilah, dia lalu mencari seorang pembantu relatif muda, yang kira-kira maknyusss jika pinjam istilah Bondan Winarno. Kemudian munculah gadis Laila, yang sama sekali tak tahu maksud udang di balik Ny. Shara. Tahunya, diajak jadi pembantu rumahtangga, berarti bakal punya penghasilan sendiri.

Nggak tahunya, baru sehari kerja, malam hari digerilya oleh suami Ny. Shara. Meski meronta-ronta, akhirnya malam itu dia berhasil diperkosa oleh Tuan Topan yang tidak sopan itu. Celakanya, saat dia mengadu pada nyonya rumah bahwa semalam diambil kegadisannya, Ny. Shara berkomentar tanpa ekspresi “Nggak apa-apa. Nanti lama-lama enak juga kok. Malah nanti kita bisa main bertiga……”

Gila! Dilapori kelakuan bejad suami, malah mendukung. Dan neraka di alam fana benar-benar terjadi. Sebab pada malam berikutnya, bersama Ny. Shara sang majikan wanita, Laila dipaksa melayani Topan secara bersama-sama. Tak tahan dengan perilaku syahwat yang biadab ini, Laila segera curhat pada kawan, dan kemudian melaporkannya pada Polsek Aek Leidong. Gara-gara laporan pembantunya ini, Topan pun kini diamankan di Polsek.

Nah lho, jadi urusan Polsek gara-gara terlalu brutal urusan seks. (JPNN/Gunarso TS)

  • mantap

    enak banget punya bini mo di ajak 3 some ha3

  • mantap

    enak banget punya bini mo di ajak 3 some ha3

  • mantap

    enak banget punya bini mo di ajak 3 some ha3