Monday, 24 September 2018

1.815 Hektar Disiapkan untuk Pertanian Organik

Jumat, 13 Juli 2012 — 17:38 WIB
Pertanian organik

SUKABUMI (Pos Kota) – Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tampaknya lebih serius mengembangkan sektor bidang pertanian di wilayahnya. Kali ini, pemkab menyiapkan lahan seluas 1.815 hektar untuk mengembangkan pertanian organik.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Kabupaten Sukabumi, Sudrajat menjelaskan, dengan pengembangan pertanian organik ini bisa menghasilkan produksi gabah kering per hektarnya mencapau 7 ton gabang kering giling.

“Kita tengah siapkan lahan yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di wilayah kita. Luasnya mencapai 1.815 hektar,” kata Sudrajat, Jumat (13/7).

Menurut Sudrajat pengembangan sektor pertanian organik ini untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat. Sebab, masyarakat kini cenderung lebih menggunakan organik atau non kimia.

Keuntungan pertanian organik, kata Sudrajat, lebih banyak dibanding kimia. Di antaranya, dengan pertanian organik bisa mengembalikan kesuburan tanah, produksinya membutuhkan waktu tidak lama. Tak hanya itu, dengan sistem organik biaya produksinya lebih murah walaupun panennya sedikit terlambat.

“Hasil dengan sistem pertanian organik ini lebih besar dan berkualitas dari pada hasil pertanian yang menggunakan bahan kimia. Harganya lebih murah di pasaran,” terangnya.

Diakui Sudrajat, kendala dalam pengembangan  pertanian organik sulitnya mengubah pola kebiasaan petani. Seperti menggunakan bahan kimia ke organik pada proses tanam.

“Lahan pertanian saat ini mencapai  64.077 hektar. Jadi luasan pertanian organik masih kecil,” tandasnya. (sule/dms)

  • Abraham

    PROORGANIK
    Pupuk Organik berkualitas
    C Organic Content: 18.69 (Sucofind
    C/N Ratio: 17.47(Sucofindo)