Wednesday, 19 June 2019

Kantor Pegadaian Diserbu Nasabah

Jumat, 13 Juli 2012 — 0:39 WIB
iluskantor

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Menjelang pendaftaran anak sekolah dan Bulan Ramadhan ,sejumlah kantor Pegadaian di wilayah Jakarta Utara diserbu nasabah. Mereka berlomba-lomba menggadaikan barang berharga miliknya karena
membutuhkan uang tunai untuk membiayai masuk sekolah anaknya dan untuk mencukupi kebutuhan hidup saat bulan Puasa nanti.

Kepala Kantor Pegadaian Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara, Hertin Maulida ketika dikonfirmasi soal itu mengakuinya. Menurutnya, menjelang penerimaan anak sekolah dan bulan Puasa ini jumlah nasabah dalam sepekan terakhir meningkat antara 200 hingga 250.

“Dalam sepekan terakhir ini omset pegadaian di 11 unit maupun cabang utara Tanjung Priok meningkatan sekitar 20 persen. Jika bulan sebelumnya omset hanya Rp 26 miliar tapi pada bulan ini meningkat hingga Rp 31,2 miliar. Sejak bulan Januari hingga Juli 2012 omset kami sebesar Rp 160 miliar. Biasanya peningkatan omset hingga 30 persen akan terjadi kembali menjelang Lebaran,” ujarnya..

Hertin juga menjelaskan, sebagian besar nasabah yang datang merupakan warga sekitar Tanjung Priok. Selain itu profesi mereka juga merupakan pedagang, buruh, sopir dan ibu rumah tangga. “Rata-rata yang digadaikan itu antara lain emas, telepon genggam, televisi, dan barang elektronik lainnya. Para nasabah kebanyakan golongan menengah ke bawah yang membutuhkan uang tunai dengan cepat,” tuturnya.

Hayati,34, salah seorang nasabah mengaku terpaksa menggadaikan emasnya untuk membiayai anaknya masuk salah satu SMP di wilayah Tanjung Priok. “Saya dapat pinjaman Rp 4 juta. Uang tersebut akan saya gunakan untuk memasukkan anak sekolah dan menutupi biaya hidup, karena sekarang harga-harga sudah mulai mahal,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ny. Widiasti, 35, ibu dua anak itu mengaku terpaksa menggadaikan televisinya karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagian untuk tambahan modal usaha. “Biasanya setiap bulan Puasa saya jualan makanan kolak, gorengan dan kebutuhan untuk buka puasa, makanya saya butuh modal terpaksa televisi yang ada di rumah terpaksa saya gadaikan,”terang warga Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (wandi)

Teks : Ny. Harni, (Kiri) dan Widiasti,(kanan) sedang menunggu uang pencairan di pangadaian Tanjung Priok, Jakarta Utara. (wandi)