AHM Kembali Gelar Sekolah Balap Motor

Sabtu, 14 Juli 2012 — 16:16 WIB
balapschool147

ASTRA Honda Motor (AHM) mulai menggelar kembali Honda Racing School (HRS) untuk menyiapkan pembalap masa depan Honda dari Indonesia yang berprestasi di tingkat nasional maupun international.

Sekolah balap itu sebagai komitmen Honda dalam mengembangkan olah raga balap motor di Tanah Air. Selain mensupport tim balap di ajang balap nasional dan secara rutin menggelar kegiatan One Make Race (OMR), produsen dan distributor motor Honda ini juga rutin mendidik dan menggembleng para pembalap muda melalui program HRS.

Program HRS yang memasuki tahun ketiga ini sudah terkoneksi dengan Suzuka Racing School Jepang yang menjadi tempat pembinaan balap berikutnya. Pada tahap awal, AHM merekrut siswa melalui beberapa cara antara lain merekrut pembalap muda berbakat di ajang OMR dan Kejurnas, menyeleksi calon pembalap usulan Main Dealer dan tim balap lain yang disupport AHM.

Setelah menyeleksi dan menilai, AHM memilih 11 anak berbakat berusia di bawah 15 tahun dari berbagai kota di Indonesia untuk dilatih dalam HRS ini.

Agustinus Indraputra, General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM mengatakan di beberapa negara seperti Spanyol dan Jepang, Honda memiliki sekolah balap khusus. HRS di Indonesia ini diharapkan bisa menjadi sarana pendidikan dan praktik bagi pembalap belia di Tanah Air.

“Kami ingin HRS Indonesia bukan sekedar tempat penyalur hobi tapi akan menjadi kawah candradimuka bagi pembalap Honda di masa depan, ” ujarnya, kemarin.

TEORI DAN PRAKTEK

Selama di HRS, pembalap muda Honda mendapatkan terori di kelas (class lesson) dan praktek mulai dari cornering, racing line, dan lap time practice. Hasilnya dianalisa dalam riding review. Setelah itu, mereka akan kembali melakukan lap time practice lagi sebelum akhirnya hasil pengetahuan dan eveluasinya akan dipraktekan dalam mini race.

Pada HRS 2012, siswa tidak hanya mendapatkan dasar-dasar balap secara umum, tapi juga dasar pengetahuan balap nasional sehingga mereka akan lebih fokus pada kondisi riil balap di Indonesia, seperti mempelajari pola, karakter sirkuit dan gaya balap yang ada di level nasional.

Selama proses latihan yang mempergunakan sepeda motor Honda Blade, mereka akan didampingi oleh dua instruktur yang berpengalaman yaitu Hokky Krisdianto dan Dedi Fermadi. Keduanya merupakan pembalap nasional handal untuk jenis motor bebek yang beberapa kali menjadi juara nasional. Berbekal pengalaman, keduanya diharapkan tidak hanya dapat mentransfer dasar pengetahuan balap kepada para siswa tapi juga mengajarkan keterampilan balap yang sesuai dengan suasana pertandingan di ajang kejuaran balap nasional.

“Siswa ini akan memulai balap di arena nasional dulu sehingga kehadiran pelatih balap yang berpengalaman di kejurnas Indonesia akan sangat bermakna buat siswa HRS,” jelas Agustinus lagi. (bambang)

Teks : Instruktur Honda Racing School (HRS), Hokky Krisdianto dari tim balap Honda Tunas Jaya Federal Oil KYT memberikan instruksi kepada siswa HRS sebelum melakukan praktek.

  • http://twitter.com/wawan_ndobleh wawan_ndobleh

    boleh gag aq daftar tpy umur q 21 thn kira2 bgmn?

    trs ongkosnya brp?

  • gegel

    cara pendaftarannya di mana dan bagai mana ?
    kira” usia seperti saya masih bsa mengikutin sekolah balap ini ?
    usia saya 19 th

  • faizal hippy

    umurku 22 tahun,,, pernah mengikuti kejurnas road race di makasar dan manado,, hanya mendapat juara 3… tapi saya rasa masih kurang maksimal… bagaimana cara bergabung di HRS apakah saya masih boleh?? karena hidup dan mati saya hanya di dunia balap… berlatih dan terus latihan adalah kunci suksesku… pengen skali di latih oleh instruktur HRS yg berpengalaman…..
    By: Faizal hippy (085240864159)

Terbaru
Terpopuler
Minggu, 2 Agustus 2015 — 7:12 WIB
Korupsi
Minggu, 2 Agustus 2015 — 6:57 WIB
Jakarta
Minggu, 2 Agustus 2015 — 6:38 WIB
Sosbud
Minggu, 2 Agustus 2015 — 6:21 WIB
Pembunuhan dan Penganiayaan
Minggu, 2 Agustus 2015 — 6:05 WIB
Nah Ini Dia
Minggu, 2 Agustus 2015 — 2:39 WIB
Banten
Minggu, 2 Agustus 2015 — 2:34 WIB
Ekonomi
Minggu, 2 Agustus 2015 — 1:40 WIB
Ekonomi