Saturday, 20 October 2018

Isteri Plt Gubernur Sumut Dipanggil Penyidik

Senin, 16 Juli 2012 — 22:50 WIB
Polda-Sumut2

MEDAN (Pos Kota) – Kasus dugaan korupsi di Biro Umum Sekretaris Daerah Pemerintah Provin Sumatera Utara senilai Rp 15.862.062.067, masih dalam penyidikan intensif Polda Sumut.

Terkait kasus tersebut Sutyas Handayani, isteri Pelaksana Tuga (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugroho akan dipanggil penyidik Subdit III Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu.

Direktur Reskrimsus Poldasu Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, Senin (16/7), membenarkan saat dikonfirmasi wartawan .

Sementara itu Dody SH, kuasa hukum Aminuddin, salah satu tersangka, saat ditanya wartawan usai mendampingi kliennya diperiksa di ruang penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu menyebutkan, kliennya sudah buka mulut terkait siapa saja yang terlibat korupsi di Biro Umum.

“Aminuddin membuka semua nama yang terlibat. Beliau tidak mau sendiri menjadi tumbal,” ujar Dody.

Dalam pemeriksaan itu, Aminuddin menyebutkan nama-nama orang yang diduga terlibat seperti, Razali, Neman Sitepu, Ny. Fatimah Habibi (istri Syamsul Arifin SE), Ridwan Panjaitan Asisten Pribadi (Aspri) Plt Gubsu, Gatot Pujonugroho.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso menjelaskan, kerugian negara diketahui dari audit ketekoran kas di Biro Umum Pemprov Sumut senilai Rp 15.862.062.067.

Dari perhitungan ada selisih antara perhitungan penyidik kepolisian dengan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) senilai Rp 2.817.236.002.

Kerugian negara diantaranya, digunakan untuk SPJ foreder  (pengawalan) pada 1 Januari 2010 sebesar Rp 150 juta, makan minum Rp 2 miliar, listrik sebesar Rp 1 miliar lebih, SPJ 1 Januari – 30 Juni pada belanja sehari-hari di rumah dinas sebasar Rp 50 juta.

Anggaran tersebut keseluruhannya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010, namun dibayarkan pada APBD tahun 2011.  (samosir/dms)