SMK Lodaya 2

Terlibat Tawuran, Siswa SMK Terkapar

Senin, 16 Juli 2012 Pembunuhan dan Penganiayaan

SUKABUMI (Pos Kota) – Seorang pelajar SMK Lodaya, Adi Sucipto, 17, dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis, Senin (16/7). Kuat dugaan siswa kelas II asal Kampung Cipangulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini terlibat tawuran. Saat dibawa ke rumah sakit di kepala Adi masih menancap sebilah celurit.

Informasi yang dihimpun Pos Kota, peristiwa tawuran ini melibatkan dua SMK berbeda yakni SMK Lodaya dan SMK Dwi Darma. Mereka terlibat aksi tawuran sehabis pulang sekolah sekira pukul 14.00 WIB. Kedua kelompok ini saling baku hantam di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, tepatnya di depan Pasar Parungkuda.

Begitu melihat Adi, salah seorang siswa bersimbah darah akibat bacokan, para siswa yang terlibat tawuran langsung membubarkan diri. Sementara Adi terkapar dengan celurit masih menancap di kepalanya.

Tak berapa lama, Adi langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi. Namun karena alasan peralatan dan dokternya, akhirnya korban dibawa ke RSUD R Syamsudin, Kota Sukabumi.

“Saat tiba di sini, di kepala korban masih menancap sebilah celurit. Kemudian korban dirujuk ke RSUD R Syamsudin,” kata salah seorang petugas RSUD Sekarwangi.

Di tempat terpisah, salah seorang pengelola SMK Lodaya, Tini mengaku belum bisa memastikan korban tawuran itu merupakan salah seorang siswanya. Hingga kini, pihaknya masih menelusuri kabar tersebut. (sule/dms)