Wednesday, 17 October 2018

34 Ribu Keluarga di Tangsel Masih Hidup Miskin

Rabu, 18 Juli 2012 — 23:20 WIB
ilustangsel

PAMULANG (Pos Kota) – Jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Tanggerang Selatan (Tangsel) panik mendapatakan informasi bahwa di wilayahnya masih terdapat sekitar 20 ribu keluarga masuk kategori golongan miskin dari Badan Pusat Statistik (BPS). Kepanikan dan kegusaran mereka beralasan melihat pertumbuhan ekonomi yang mencapai 8,6 persen dari pencapaian tingkat nasional yang hanya 6,4 persen.

“Tidak mungkin jumlahnya mencapai dari 34 ribu keluarga miskin. Tolong dicermati lagi data yang ada di BPS karena jumlah penduduk atau keluarga di Kota Tangsel hasil pemekaran Kab. Tangerang hanya 20 ribu dari 1,3 juta penduduk ,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Dudung E Diredja, saat mengikuti program PNPM Mandiri Pedesaan di Serpong, Rabu (18/7).

Jika data itu betul masa setengah keluarga di wilayah Kota Tangsel miskin, tuturnya yang mengaku program Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany pada perubahan anggaran tahun 2012 antar lain masuk program pengentasan kemiskinan melalui program padat karya pemberian bantuan diantaranya melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Seluruh keluarga yang telah termasuk dalam golongan miskin melalui pemetaan akan diberikan bantuan usaha untuk mengangkat kesejahteraan ekonominya. Tak tanggung-tanggung, imbuhnya, dana yang digelontorkan pemerintah daerah melalui APBD Perubahan 2012 untuk program pengentasan kemiskinan mencapai Rp 3 miliar.

Dana tersebut berasal dari pemerintah pusat dan sisanya hasil konsering atau bagi hasil dengan pemerintah daerah. Orang miskin jangan dijadikan obyek. Obyek yang dijadikan pembenaran namun pembenaran itu seharusnya melalui program padat karya.

“Setiap kelompok pengentasan kemiskinan tentunya mempunyai program yang berbeda karena memiliki cirri dan karakter yang berbeda sehingga tentunya dari hari ke hari angka kemiskinan itu bisa berkurang,” imbuhnya. (anton)