Thursday, 22 November 2018

Hilir Sungai Citarum Perlu Dapat Perhatian

Kamis, 19 Juli 2012 — 23:48 WIB
ilushilir

BEKASI (Pos Kota) – Menghadapi musim hujan, hilir Sungai Citarum di wilayah Muaragembong, Kabupaten Bekasi mendesak diperhatikan. Pasalnya, sungai ini telah berulangkali menjadi penyebab banjir di kawasan tersebut.

“Parahnya, proyek rehabilitasi dari pusat saat ini justru tidak menyentuh hal itu,” kata Hilaludin Yusri, Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Bekasi, Kamis (19/7).

Hal itu disampaikan Hilal, dan mempertanyakan megaproyek rehabilitasi Citarum senilai 500 miliar rupiah justru tidak menyentuh ke wilayah hilir di Muaragembong.

Proyek justru dialihkan ke aliran Kalimalang yang hilirnya berbatasan dengan DKI. “Warga di sana membutuhkan langkah kongkrit Pemkab Bekasi,” katanya.

Menurut Hilal, definisi aliran Sungai Citarum berdasarkan sejarah pembuatannya sebelum abad keempat pada zaman Kerajaan Tarumanegara mengalir dari Gunung Wayang, Bandung, sampai Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi.

MINTA PRIORITAS

Warga Kabupaten Bekasi yang tinggal di sekitar bataran Sungai Citarum sangat mengharapkan agar wilayahnya diprioritaskan dalam proyek itu. Alasannya, bencana alam yang dirasakan warga akibat luapan Sungai Citarum semakin memprihatinkan.

Seperti pada 2010, Citarum meluap sehingga merendam enam kecamatan di sekitarnya, seperti Cikarang Timur, Kedungwaringin, Pabayuran, Cabangbungin, Muaragembong dan Tarumajaya. Kecamatan Muaragembong merupakan daerah terparah terkena banjir.

“Banjir di Muaragembong sudah sangat parah dan berlangsung lama, merusak ribuan rumah dan ribuan hektare sawah maupun tambak,” katanya. (chotim/si)