Kamis, 19 Juli 2012 22:33:05 WIB

Polres Jakarta Utara Bekuk 60 Penjahat Jalanan

begindal197

KOJA (Pos Kota) – Polisi Resort Jakarta Utara tak ingin ada warga yang terganggu dengan aksi kriminalitas menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Operasi khusus pun digelar. Dalam dua hari terakhir, 60 begundal yang kerap menodong, menjambret, memeras, dan mencuri di permukiman, ditangkapi.

Kawanan bandit itu residivis. Data kejahatan mereka terekam di polres dan polsek. Dari hasil pelacakan petugas, begundal meresahkan itu masih sering berbuat jahat. “ Operasi ini dilaksanakan secara sinergis, simultan, dan fighting spirit, sehingga tersangka pelaku kejahatan itu dapat kami tangkap, “ kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol. Drs Mohammad Iqbal, Kamis (19/17) siang.

Memberi rasa aman kepada warga yang menjalani ibadah puasa tidak hanya menangkap pelaku kejahatan, petugas juga menyita 10.000 botol minuman keras (miras) berbagai merek dari pedagang di empat kecamatan wilayah Jakarta Utara.

Operasi yang diberi sandi ‘Cipta Kondisi’ itu dilaksanakan selama dua hari, 17 Juli – 19 Juli 2012. Ratusan petugas dikerahkan dan di bawah kendali Kombes Mohammad Iqbal. Petugas yang diterjunkan, tidak hanya berpakaian dinas, juga berpakaian preman.

Selain menangkap 60 penjahat, petugas menyita lima sepeda motor hasil kejahatan. Disita juga ratusan pak obat penambah stamina tanpa izin dari POM. Soal barang bukti yang disita, petugas akan minta penetapan pengadilan.

BERBAGAI MODUS

Iqbal menjelaskan, modus kejahatan tersangka yang terjaring Operasi Cipta Kondisi cukup bervariasi. “Ada yang mencuri motor menggunakan kunci letter T, mengancam korban dengan senjata tajam, hingga menebar paku lalu mengambil barang di dalam mobil,” sambung Iqbal.

Salah satu dari kasus tersebut adalah kasus perampasan HP. Kedua tersangka, Mahyudin, 21, dan Sori, 17, ditangkap Kapolres Iqbal saat merampok di perempatan Plumpang, Koja. Kedua pelaku menggunakan motor Revo B 6646 URB.

Melihat korbannya wanita, kedua tersangka kemudian menabrak motor korban hingga terjatuh. Saat itu juga tersangka, Mahyudin yang duduk di boncengan menggasak tas korban berisi HP dan dompet.

Kapolres yang berada di lokasi kejadian saat memimpin langsung Operasi Cipta Kondisi, tidak tinggal diam. Satu tersangka saya tangkap. Pelaku lainnya ditangkap dibantu warga,” tandas Iqbal.

DIRIKAN POS KEAMANAN

Mengantisipasi antisipasi tindak kejahatan selama bulan Puasa, aparat kepolisian mendirikan ratusan pos keamanan di sejumlah lokasi rawan gangguan keamanan. Sedikitnya terdapat 126 pos keamanan yang didirikan.

“Juga ada 14 pos di beberapa kantor polisi. Pos-pos tersebut dibuka 24 jam,” kata Kabiro Ops Polda Metro Jaya, Kombes Agung Budi Maryoto.

Pos keamanan ini didirikan di beberapa titik yang dianggap rawan, seperti rawan kriminalitas, banjir, balap liar, lokasi perbelanjaan, pasar tumpah, terminal utama, rawan macet, beberapa mesjid utama, bandara, kereta api hingga pelabuhan.

Agung memperkirakan tingkat kerawanan saat ini antara lain, indikasi beredarnya uang palsu, unjuk rasa menuntut THR, penjualan makanaan kadaluarsa, kelangkaan BBM, sweeping tempat hiburan, dan lainnya.

Selain itu, pencurian dengan sasaran rumah kosong, pencurian dengan kekerasan pada nasabah bank dan pegadaian, juga akan meningkat. “Kami minta masyarakat untuk hati-hati, karena momentum saat ini bisa disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, ” tandas Agung. (ilham/yahya)

Teks :Kapolres Jakarta Utara, Kombes Mohammad Iqbal, memeriksa penjahat jalanan yang dibekuk aparatnya(toga)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.