Sunday, 23 September 2018

Sidang Isbat: Puasa Ramadhan Mulai Sabtu, 21 Juli

Kamis, 19 Juli 2012 — 21:32 WIB
Sidang Itsbat-Rihadin-n

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal Ramadhan 1433 Hijriah, jatuh Sabtu tanggal 21 Juli 2012. Penetapan tersebut diambil melalui Sidang Istbat yang digelar, Kamis (19/7) malam setelah melalui pemantauan hilal (bulan).

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Ahmad Jauhari yang membacakan laporan hasil pemantauan hilal menjelaskan bahwa dari hasil ijtima yang jatuh pada hari Kamis pukul 11.24 WIB, posisi hilal 0 sampai 1 derajat, takmir standar Indonesia. “Maka 1 Ramadhan, jatuh pada hari Sabtu legi,” ujar Jauhari.

Sidang Istbat itu dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali bersaman Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar,anggota Komisi VIII DPR Jazuli Juwaeni, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Abdul Djamil. Dalam sidang itu juga dihadiri perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam kecuali Muhammadiyah yang menyatakan sejak awal tidak akan hadir dalam Sidang Istbat tersebut.

Titik lokasi pemantauan antara lain Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sultengara, Sulut, Sultengah, NTT, Bali, NTB, Sulsel, Mamuju, Kaltengah, Kaltim, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Jatim, DIY, Jateng, hingga Aceh.

Suasana sidang isbat menghadirkan para tokoh Islam dan wakil ormas yang dipimpin Menteri Agama, Suryadharma Ali. (Rihadin)

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan sesuai laporan dan pemantauan pertimbangan yang dilakukan di berbagai tempat tadi, bahwa hilal tidak bisa dilihat. Oleh karenanya, 1 Ramadan 1433 H jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012.

Suryadharma mengatakan penetapan jatuhnya awal Ramadhan ini berdasarkan laporan rukyah yang dilakukan semua kantor wilayah Kemenag dari tingkat porvinsi dan juga Kabupaten Kota. Dalam pelaksanaan rukyah, Kemenag juga melibatkan pengadilan agama, mahkamah syariah, ormas Islam dan tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam sidang nampak tidak semua organisasi kemasyarakat Islam akan melaksanakan puasa pada hari Sabtu, tanggal 21 Juli 2012, seperti Front Pembela Islam (FPI) yang telah memutuskan awal puasa jatuh pada hari Jumat, tanggal 20 Juli 2012.

“Tim falakiyah kami yang di Cakung, sudah melihat hilal di pukul 17:53 WIB karena itu FPI memulai puasa pada hari Jumat, namun kami tetap menghargai perbedaan,” ujar salah satu anggota tim falakiyah DPP FPI, Muchsin Alatas, Sebelumnya Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada hari Jumat tanggal 20 Juli 2012.

Sementara itu, bagi masyarakat yang melaksanakan awal puasa hari Jumat, tanggal 20 Juli 2012, Kamis malam sudah melaksanak sudah melaksanakan salat tarawih. Seperti salat Tarawih di Mesjid Al-Azhar, Jl Sisingamaraja, Jakarta Selatan yang melaksanakan salat Tarawih, pk. 20:00.

Sekretaris Jenderal Kementeran Agama Bahrul Hayat meminta kepada semua pihak untuk saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan tahun ini. “Saya kira dengan saling menghormati mudah-mudahan akan tercipta kondisi yang lebih baik. Jadi Ramadhan akan dimulai dengan pilihan bagi warga masyarakat yang meyakini hari tertentu sebagai awal puasa,” papar Bahrul. (johara)