Wednesday, 19 September 2018

Masih Buka Jelang Puasa, Massa Ormas Nyaris Segel Kafe

Jumat, 20 Juli 2012 — 11:01 WIB
fpi-sub

DEPOK (Pos Kota ) – Mendekati bulan suci Ramadhon, masih ada sejumlah tempat hiburan dan kafe remang-remang masih ada yang buka. Ratusan anggota FPI (Front Pembela Islam) kesal lalu menggerebek satu  kafe di lingkungan Hotel Duta Residence,Jalan M Yusuf Raya, Kampung Sugutamu, RT 8 RW 22, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok.

Ratusan anggota DPC FPI Kota Depok pimpinan Habib Idrus Al Qadri, Rabu (18/7/2012) lalu sekitar pukul 02:00 Wib menggeruduk tempat hiburan dituding sebagai lokasi mesum di hotel tersebut. Aksi penyegelan spontan sempat terhenti  ketika mereka bersama Lurah Mekarjaya, Sutisna menggelar ‘sidang istimewa’ di Masjid Al Barokah tidak jauh dari hotel.


Hasilnya mereka sepakat tandatangan  oleh seluruh perwakilan RT dan RW setempat  dan meminta warga kompak untuk menutup kafe tersebut. “Warga lingkungan setempat sudah resah, sehingga kami datang atas nama warga yang menginginkan menutup tempat hiburan di lingkungan tempat tinggal ini,” ujar Habib Idrus.

Selain itu, pihaknya ada kecurigaan terhadap perizinan hotel tidak sesuai peruntukannya. Izin yang tadinya hanya untuk kost-kosan saja kini berahli fungsi sebagai tempat hiburan. “Jika pemerintah tidap tegas, dalam menyambut bulan puasa kami akan bertindak tegas,”katanya

Lurah Mekarjaya, Sutisna, mengatakan tidak bisa menutup begitu saja. Pasalnya, Duta Residence juga terdapat karyawan yang membutuhkan pekerjaan. Namun ia berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warga ke Pemkot Depok. “ Jika ditutup, bagaimana dengan pekerjanya?,” tuturnya.


Proses negosiasi berlangsung alot. Setelah, polisi mencegah agar tidak dilakukan pengembokan pagar. Situasi yang mulai berjalan panas memaksa Kapolres Depok Kombes Mulyadi Kaharni datang usai gelar perkara kasus pembunuhan dan perampokan di Bojong Gede. Dalam proses negosiasi Mulyadi mengatakan, jika keputusan penyegelan hotel berada sepenuhnya di tangan pemerintah. “Kami hanya bisa berupaya untuk memediasi masalah ini ke Pemkot Depok,” tukas Mulyadi.

Sementara itu, Diki Erwin, Kasi Dalops Pol PP Kota Depok, mengatakan menyambut bulan puasa dan lebaran, pihaknya sudah mengeluarkan selebaran ke sejumlah tempat hiburan untuk menutup usahanya selama sebulan penuh.

“Isi surat imbauan tersebut adalah bagi pemilik hiburan (karaoke, kafe, live musik, dangdut dan sejenisnya) harap tidak melakukan kegiatan usaha terhitung sejak tiga hari sebelum bulan suci ramadhan sampai tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri,” ucapnya kepada Pos Kota ditemui di kantor Satpol PP di lingkungan Balai Kota Depok, Jumat (20/7) pagi.

Menurut Diki, petugasnya  gencar melakukan sosialisasi ke sejumlah tempat hiburan yang ada di Depok untuk menaati peraturan dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan. “Kami akan melakukan operasi mendadak (Sidak) sewaktu-waktu ke sejumlah Hotel, Café, dan tempat hiburan malam lainnya,” pungkasnya. “Bagi siapa yang tidak mematuhi akan diambil sikap tegas.”

(angga/sir)

Teks Foto: Habib Idrus Al Qadri, Ketua DPC FPI Depok beserta muspika melakukan negosiasi di masjid Al Barokah sebelum penyegelan dilakukan. (angga)