Sunday, 23 September 2018

Tarawih di Cakung, Jamaah Meluap Hingga ke Jalan

Jumat, 20 Juli 2012 — 21:08 WIB
Tarawih01-n

CAKUNG (Pos Kota) – Malam pertama bulan suci Ramadhan, para umat muslim ramai-ramai melaksanakan salat tarawih berjamaah, Jumat (20/7) malam.

Tak terkecuali warga yang tinggal di pemukiman padat, di RW 13, Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, dan sekitarnya.

Salah satu masjid yang dipenuhi warga yakni, Masjid Ar Rahmah, yang ada di tepi Jl. KRT Radjiman Widyoningrat. Terbatasnya kapasitas masjid, membuat jamaah membludak tumpah hingga menempati badan jalan.

Akibatnya, ruas jalan KRT Radjiman Widyoningrat menuju Jl Bekasi Raya, Rawa Terate, tertutup. Pengguna jalan dari arah Buaran tersebut pun harus rela berbagi jalan dengan pengguna jalan dari arah Rawa Terate. Tak pelak, kondisi ini menghambat arus lalu lintas yang hanya menggunakan satu ruas jalan untuk dua arah tersebut.

Setyo, 32, warga sekitar, menuturkan, kondisi ini memang terjadi pada setiap malam di bulan Ramadhan. Bahkan, saat berlangsungnya salat Jumat. Hal tersebut lantaran sempitnya lahan di wilayah mereka.

“Kami biasa salat tarawih dan salat Jumat hingga ke badan jalan. Ini kapasitas masjid kami terbatas,” katanya, sebelum melakukan salat tarawih.

Jamaah Masjid Ar-rahman, Jatinegara, Cakung, membludak hingga menutupi Jalan Raya KRT Radjiman, Jumat (20/7) malam. (yulian)

Panca, 35, pengguna jalan, mengaku sedikit berkeberatan dengan ditutupnya jalan tersebut. Menurutnya, kegiatan beribadah, sebaiknya tidak merugikan warga lain.

“Sebenarnya saya keberatan, karena jalanan jadi terhambat. Saya berharap pemerintah setempat memikirkan masalah ini,” kata pengendara minibus yang tampaknya terburu-buru tersebut.

Pantauan di lapangan, Masjid Ar-Rahmah yang memiliki dua lantai tersebut tidak cukup menampung para jamaah yang ingin melakukan salat tarawih. Akibatnya, baik jamaah pria maupun wanita, terpaksa menempati ruas Jalan Raya KRT Radjiman, yang berada tepat di depan masjid.

Guna mendukung kegiatan ibadah tersebut warga pun menutup ruas jalan mulai dari putaran Pohon Asem hingga perempatan Pam Rawa Badung atau sepanjang kurang lebih 100 meter. Dampaknya, arus kendaraan dari Buaran menuju Rawa Terate terhambat dan dialihkan ke ruas jalan di sebelahnya. (yulian/dms)