Saturday, 22 September 2018

Membentuk Perilaku Jujur

Sabtu, 21 Juli 2012 — 10:03 WIB

Assalamu`alaikum Wr Wbr.
Puasa adalah rukun Islam keempat dan wajib hukumnya atas setiap muslim yang baligh (dewasa), aqil (berakal) dan mampu untuk berpuasa, Oleh karena itu, perintah puasa hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang beriman, karena hasil akhirnya yang akan dicapai adalah menjadi manusia muttaqin (bertakwa).

Selain itu, puasa dapat membentuk perilaku jujur. Karena ibadah yang satu ini beda dengan ibadah lainnya. Kalau mau salat, mungkin anak, suami dan istri,  bisa tahu dan melihat. Bayar zakat dan pergi haji, orang lain bisa tahu karena melihat. Membantu orang miskin, tentu banyak yang lihat, tapi puasa yang tahu hanyalah diri sendiri dan Allah SWT.

Menunaikan puasa bukanlah karena ikut-ikutan, atau solidaritas terhadap keluarga maupun tetangga. Tapi berpuasa haruslah didasari keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT. Keluarga bisa dibohongi, sesama manusia bisa diperdayai. Bahkan kita bisa berakting layaknya orang sedang puasa, padahal sebenarnya tidak. Yakinlah bahwa Allah SWT mengetahui sekecil apapun yang ada tersirat pada sanubari seorang hambanya.

Yang jelas, Allah SWT adalah Yang Maha Tahu dan Maha Penyayang.

Rasulullah SAW Bersabda: “Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhan-Nya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kasturi.” (Hadist Muttafaq `Alaih).

Saudaraku….
Mari kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum memperbaiki diri. Banyak-banyaklah mohon ampunan kepada Allah SWT dan kepada kedua orangtua. Coba renungkan, sudah berapa banyak kesalahan dan dosa kita perbuat. Jangan cederai pahala puasa dengan perbuatan ketidakjujuran. Amin Ya Robbal Alamin.

Wassalam
syamsir_bastian@yahoo.com