Thursday, 15 November 2018

Perajin Tahu-Tempe Berhenti Produksi Selama Tiga Hari

Sabtu, 21 Juli 2012 — 1:48 WIB
ilusperajin

SEMANAN (Pos Kota) – Ratusan pengrajin Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTTI) Semanan, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, mendatangi rumah pengrajin tahu dan tempe untuk memberitahukan adanya menghentikan produksi tiga hari mulai 25-27 Juli 2012 . Ini merupakan hasil kesepakatan rapat pengurus dan pengawas Primkopti dari 5 wilayah DKI Jakarta Bodetabek tanggal 19 Juli 2012.

Ratusan pengrajin ini dipimpin Ketua KPTTI Jakarta Barat yang juga Ketua KOPTTI DKI, Suharto dengan alat pengeras suara dari rumah ke rumah, di kompleks pengrajin tahu tempe ini ada 729 rumah (1.290 pengrajin) meliputi 11 RT di RW 011 Kelurahan Semanan yang disambut pengrajin dengan semangat dukungan.

Penghentian produksi ini merupakan bentuk protes akibat naiknya harga kedelai mencapai 35 persen dan tidak adanya kepedulian pemerintah terhadap nasib pengrajin tahu tempe.”Kami sudah menempuh berbagai cara menyampaikan aspirasi bahkan sampai demo ke Istana Presiden, namun hasilnya hanya janji belaka,DPR maupun DPRD bungkam. Bahkan kedelai naik terus. Tahun 2012 ini saja kenaikan mencapai 35 persen.”keluh Suharto.

Upaya pengrajin sudah dilakukan dengan menipiskan produksi tempe dari ketebalan 3 CM menjadi 2 CM, tapi tidak juga bisa menutupi produksi.”Salah satu jalan kami tempuh melalui penghentian produksi ,jika tidak akan menaikan harga produk tahu dan tempe.”ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan penghentian produksi ini akan diikuti dari berbagai daerah sesuai hasil komunikasi.”Dari beberapa pengurus PrimKOPTTI daerah sudah menghubungi kami setelah menerima surat pemberitahuan pengehntian produksi.”jelasnya.

Dari 18 provinsi di Indonesia menurut Suharto ada 177 PrimKOPTTI , masing-masing Aceh ada 2, Riau 3, Kepri 3, Jambi 4,Sumbar 3,Sumsel 10,Lampung 10,Bengkulu 3,Bangka Belituing 4,Banten 5,Jabar 25,DKI 5,Jateng 35,DIY 5,Jatim 43,Bali 4 dan NTB 4 Prim KOPTTI.”Jumlah anggota pengrajin untuk DKI 4.821 orang dengan kebutuhan kedelai 10.060 ton/bulan. Sedang nasional 83.545 pengrajin dengan kebutuhan kedelai 132.350 ton/bulan.”tegasnya.

Kenaikan harga kedelai mencapai 35 persen jika dihitung dari Januari 2012. masih Rp 5.500/kg, bulan Maret sampai Juni naik menjadi Rp 6.700/Kg, kemudian pada Juli harganya naik Rp 100 perkilogramnya setiap harinya. ”Sekarang kedelai sudah mencapai Rp 7.900/Kg. Kami menilai Pemerintah sudah buta tuli.”ujarnya. (herman)

Teks :Pengrajin dukung aksi penghentian produksi setelah pertemuan Jumat sore (herman)

Tels : Anggota pengurus KOPTTI berkeliling ke rumah-rumah pengrajin tahu tempe di Semanan Jumat (20/7)untuk menghentikan produksinya. (herman)

  • indurei

    turut prihatin, semoga pemerintah segera memberikan solusi.