Friday, 20 September 2019

345 Ibu Rumah Tangga di Jakarta Terkena HIV/AIDS

Minggu, 22 Juli 2012 — 22:36 WIB
ibuaids227

JAKARTA (Pos Kota) – Penyebaran virus HIV/AIDS di ibukota makin mengkhawatirkan. Bukan hanya mewabah di dunia prostitusi namun juga telah merambah ke ibu rumah tangga.

Dari pendataan yang dilakukan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) DKI Jakarta pada akhir 2011, ibu rumah tangga di Jakarta yang terinveksi HIV/Aids tercatat sebanyak 345 orang. Angka tersebut meningkat 55 persen dari tahun sebelumnya.

Sekretaris KPA DKI Jakarta, Rohana Manggala mengaku terkejut dengan data yang dikumpulkannya. Ibu rumah tangga biasanya tertular dari suami yang melakukan hubungan seks dengan wanita lainnya. “Kita kaget dengan data yang diperoleh, karena justru ibu rumah tangga angka cukup tinggi,” kata Rohana, Minggu (22/7).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, menurut pekerjaan selama 2011 terdapat 2.605 penderita HIV/Aids. Urutan pertama ditempati karyawan yakni 680 orang, ibu rumah tangga 345 orang, wiraswasta 297 orang, buruh 139 orang, narapidana 84 orang, mahasiswa dan siswa 59 orang, TNI/Polri 40 orang, PNS 37 orang, dan supir 29 orang.

HARUS SETIA
Ia menyebutkan ibu rumah tangga yang tertular HIV/Aids ini perlu perhatian khusus. Terlebih, mereka tidak diperkenankan hamil diluar rencana. Karena dikhawatirkan janinnya juga akan tertular HIV/Aids. “Mereka diperbolehkan hamil tetapi harus sesuai dengan rencana. Juga harus mendapat dukungan psikologis saat hamil,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada para suami agar menjaga kesetiaan kepada pasangannya. Agar kasus HIV/Aids ibu rumah tangga bisa diturunkan. “Untuk kelompok-kelompok pengguna wanita pekerja seksual sulit untuk ditemui. Sehingga untuk pencegahaannya juga agak susah, harus ada kesetiaan dari para suami,” ujarnya.

Program officer Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta, Santi Sardy mengatakan, pihak suami yang harus diintervensi terkait dengan banyaknya ibu rumah tangga yang terkena HIV/Aids. Di Indonesia ada 3,1 juta lelaki yang membeli seks, 70 persen di antaranya telah berkeluarga. “Di Jakarta yang tertinggi ibu rumah tangga yang terkena HIV/Aids,” jelasnya. (guruh)