Thursday, 15 November 2018

Produsen Berhenti Produksi

Langka, Harga Tahu-Tempe Selangit

Senin, 23 Juli 2012 — 22:13 WIB
iluslanka

SEMANAN (Pos Kota) – Pengrajin Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTTI) Semanan, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, Senin (23/7) mulai tidak berproduksi sesuai kesepakatan rapat pengurus dan pengawas Primkopti dari 5 wilayah DKI Jakarta Bodetabek tanggal 19 Juli 2012.

Pengrajin tahu tempe menghentikan produksi mulai dari 25- 27 Juli 2012 .”Untuk produksi tempe prosesnya dua hari. Jadi untuk tanggal 25, pengrajin menghentikan kegiatannya mulai tanggal 23 Juli 2012. ” kata Ketua KOPTTI Jakarta Barat yang juga Ketua KOPTTI DKI,Suharto.

Tindakan penghentian produksi ini merupakan bentuk protes akibat naiknya harga kedelai mencapai 35 persen dan tidak adanya kepedulian pemerintah terhadap nasib para pengrajin tahu tempe.”Kami sudah menempuh berbagai cara menyampaikan aspirasi bahkan sampai demo ke Istana Negara, namun hasilnya hanya janji belaka,DPR maupun DPRD bungkam. Bahkan kedelai naik terus. Tahun 2012 ini saja kenaikan mencapai 35 persen.”keluh Suharto.

Upaya pengrajin sudah dilakukan dengan menipiskan produksi tempe dari ketebalan 3 CM menjadi 2 CM, tapi tidak juga bisa menutupi produksi.”Salah satu jalan kami tempuh melalui penghentian produksi ,jika tidak akan menaikan harga produk tahu dan tempe.”ujarnya.

Penghentian produksi tahu tempe ini akan diikuti se-Jabodetabek dan tidak menutup kemungkinan di 18 provinsi di Indonesia menurut Suharto ada 177 PrimKOPTTI , masing-masing Aceh ada 2, Riau 3, Kepri 3, Jambi 4,Sumbar 3,Sumsel 10,Lampung 10,Bengkulu 3,Bangka Belituing 4,Banten 5,Jabar 25,DKI 5,Jateng 35,DIY 5,Jatim 43,Bali 4 dan NTB 4 Prim KOPTTI.”Jumlah anggota pengrajin untuk DKI 4.821 orang dengan kebutuhan kedelai 10.060 ton/bulan. Sedang nasional 83.545 pengrajin dengan kebutuhan kedelai 132.350 ton/bulan.”tegasnya.

Kenaikan harga kedelai mencapai 35 persen jika dihitung dari Januari 2012. masih Rp 5.500/kg, bulan Maret sampai Juni naik menjadi Rp 6.700/Kg, kemudian pada Juli harganya naik Rp 100 perkilogramnya setiap harinya. Kini mecapai Rp 7.900/Kg. Sedang di kompleks pengrajin tahu tempe Semanan ada 729 rumah (1.290 pengrajin) meliputi 11 RT di RW 011 Kelurahan Semanan

HARGA NAIK

Jika sampai tiga hari penghentian produksi tidak mendapat tanggapan Pemerintah, pihaknya sudah sepakat bersama Himpunan Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (Hipertindo) menaikan harga jual seperti tempe kecil dari harga Rp 3.000 menjadi Rp 4000 dan tempe besar dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000/potong. Sedang untuk tahu berfariasi sesuai jenis tahunya.”Mudah-mudahan Pemerintah tidak buta dan tuli lagi.”ujarnya. (herman)