Tuesday, 25 September 2018

Kota Bandung Juga Bakal Langka Tahu-Tempe

Selasa, 24 Juli 2012 — 12:51 WIB
tempe

BANDUNG (Pos Kota)- Sebanyak 300 pengrajin tahu dan tempe di Cibuntu Kota Bandung,Jawa Barat juga tidak produksi selama dua hari yang dimulai Kamis hingga Jumat mendatang. Penghentian produksi itu merupakan tindakan protes ke pemerintah atas mahalnya kedelai.

“Kami mohon maaf kota Bandung kiamat tahu tempe selama dua hari,“ kata koordiantor pengrajin tahu-tempe, Tatang,40, Selasa (24/7).

Dia menyebutkan, mogok produksi tahu dan tempe sudah menjadi kesepakatan antara pengrajin se Jawa Barat. Mereka dalam dua hari libur akan menggelar demo sehubungan harga kedelai terus naik dan di Bandung kini bertengker di harga Rp 9000 per kg.“Kami terpaksa libur karena kedelai terus naik,“ tambahnya.

Ratusan pengrajin tahu di Cibuntu, tambahnya, dalam menyikapi kenaikan harga kedelai sebulan ini sudah melanukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan itu. Diantaranya mengecilkan ukuran tahu dan menaikkan harga rata-rata Rp 2000 per sepuluh tahun.

“Yang biasanya tahu dijual Rp 4 ribu menjadi Rp 6 ribu dan bergeser ke Rp 8 ribu. Tapi kedelai naik terus semuanya berantakan. Tak mungkin kami menaikan harga tahu terus-terusan,“ akunya.

Pengrajin tahu dan tempe, direncanakan akan berdemo ke Jakarta, atau ke Pemda Provinsi Jabar. “ Demo sekaligus nutup pabrik selama dua hari. Jika kedelai terus naik kemungkinan tutup akan lebih lama,“ ujarnya.

Kabar yang ramai di Cibuntu kota Bandung, kenaikan kedelai dipicu oleh kekeringan yang melanda Amerika. Kedelai yang selama ini digunakan pengrajin merupakan hasil impor dari Amerika.(Dono)