Monday, 27 May 2019

Di Bogor Langka

Pedagang Tahu-Tempe Beralih Jual Ayam Potong

Rabu, 25 Juli 2012 — 13:35 WIB
Pedagang ayam.(dok)

Pedagang ayam.(dok)

BOGOR (Pos Kota) – Tahu dan tempe hilang di sejumlah pasar tradisional di Bogor, Jawa Barat menyusul janji perajin tahu dan tempe yang melakukan mogok. Kepastian tidak beredarnya tahu dan tempe ini setelah pengurus Primkopti Bogor mensweeeping ke sejumlah pasar.

“Perajin tahu dan tempe kompak hari ini tidak berjualan sampai Jumat,” ujar Mualif, salah satu perajin tahu dan tempe, Rabu. Dia bersama sejumlah perajin lainnya sejak subuh hingga pk.09:00 merazia sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Anyar, Bogor, Cibinong, Warung Jambu, dan Pasar Merdeka.

“Alhamdulillah selain perajin tak produksi tahu, ternyata pedagang juga tidak ada yang menjual tahu dan tempe,” tambahnya.

Menurutnya, aksi mogok dilakukan sebagai protes ke pemerintah yang tidak mampu menekan harga kedelai yang kini telah menembus di angka Rp 8.300 per Kg.

“Aksi ini juga menginformasikan kepada masyarakat, kenaikan bukan kerena permainan pedagang, tapi murni lantaran keadaan,” katanya. Mogok pedagang tempe akan dilakukan selama tiga hari mulai 25 hingga 27 Juli.

Sejak Selasa (24/7) jumlah pedagang tempe sudah mulai berkurang di pasaran. Namun, pedagang tahu masih terlihat banyak berjualan. Hilangnya tempe di pasaran membuat sejumlah ibu-ibu rumah tangga kewalahan. “Tempe benar-benar hilang di pasaran sejak Rabu. Banyak ibu-ibu kebingungan. Beruntung saya masih punya stock,” kata Ny. Suhreman, wraga Bantarjati, Kecematan Bogor Utara.

Bukan hanya ibu-ibu sejumlah pedagang tahu dan tempa keliling, kini berlaih profesi mnejadi pedagang ayam keliling atau lainnya. “Sejak dua hari ini say jualan ayam keliling, seab sudah diberauhui oleh perajin tempe muali Rabu hingga Jumat tidak ada perajin yang memproduksi tempe lagi,” kata Wawan, pedagang. (iwan)

Foto Ilustrasi