Wednesday, 21 November 2018

Pedagang Tempe-Tahu Disweeping

Rabu, 25 Juli 2012 — 10:04 WIB
tempesweeping257

CIRACAS (Pos Kota) – Rencana pedagang tempe tahu untuk mogok massal rupanya bukan pepesan kosong. Bahkan, aksi tersebut sudah mereka lakukan mulai Selasa (24/7) malam.

Tak hanya mogok berdagang, ratusan pedagang pun menggelar aksi sweeping ke sejumlah pasar tradisional di Jakarta Timur dan Bekasi. Aksi sweeping ini mereka gelar guna memastikan tak ada satu pun pedagang tahu tempe yang berjualan.

“Aksi ini untuk kebersamaan kita untuk mengawasi tukang tahu tempe semuanya biar ada perhatian dari pemerintah,” kata Kasmito, pengawas Primkopti Jakarta Timur, di sela-sela sweeping di Pasar Ciracas, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (24/7) malam.

Kasmito menambahkan, aksi mogok massal ini merupakan hasil keputusan rapat Puskopti DKI Jakarta pada tanggal 18 Juli 2012 lalu. Dimana disepakati bahwa mulai Selasa (24/7) malam, pengrajin tempe dan tahu di semua wilayah DKI Jakarta melaksanakan demo mogok produksi dan berjualan. Rencananya aksi ini digelar hingga Jumat (27/7) mendatang.

“Ini semua kami lakukan untuk menyikapi kenaikan harga kedelai. Setelah ini kami akan ujicoba untuk selalu menaikkan harga, nanti kalau ga ada tanggapan juga dari pemerintah kami akan demo lagi besar-besaran, kami akan menutup jalan,” tambahnya.

Pantauan Pos Kota, aksi sweeping yang berlangsung di Pasar Ciracas berjalan damai dan tertib. Di pasar ini, tidak ditemukan pedagang tahu tempe yang beroperasi. Rombongan yang sebelumnya juga melakukan sweeping di Pasar Kramatjati ini kemudian melanjutkan aksinya ke Pasar Kranggan, Bekasi.

Dalam aksinya mereka menggunakan sepeda motor. Sepanjang perjalanan, tidak satu pun petugas polisi yang terlihat melakukan pengawalan. Meski tidak sampai menimbulkan kemacetan yang parah, aksi mereka mengundang keresahan warga sekitar.

“Saya kira ada keributan geng motor. Nggak tahunya demo tahu tempe ya? Waduh kalau begini besok kita ga bisa makan tahu tempe dong,” ujar salah seorang pengendara sepeda motor yang tepaksa menepi ketika rombongan pengunjuk rasa tersebut melintas di wilayah Cipayung, Jaktim ke arah Kranggan, Bekasi. (yulian)