Wednesday, 26 September 2018

Perajin Tempe Ultimatum Pemerintah

Rabu, 25 Juli 2012 — 22:19 WIB
ilusperajin

JAKARTA (Pos Kota) – Bagai bola salju, melonjaknya harga kedelai menggelindingkan gejolak sosial yang cukup besar. Bukan hanya produsen komoditi tersebut yang resah, konsumen makanan rakyat itu pun kelimpungan karena tempe dan tahu kini menjadi barang langka.

Protes dilakukan lewat aksi mogok produksi tempe yang dimulai sejak kemarin. Aksi sweeping juga digelar beberapa perajin dan pedagang tahu tempe. Mereka menyisir pasar tradisional untuk mencari pedagang tahu tempe yang memanfaatkan situasi dengan tetap berdagang.

Jika tak ada solusi mengatasi problem ini, Ketua Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (Gabkoptindo), Suyanto, mengultimatum pemerintah, bahwa pihaknya akan terus mengimbau seluruh produsen dan pedagang untuk menghentikan produksi serta mensweeping tahu tempe di pasaran.

“Kalau sampai tanggal 27 (besok, red) tak juga ada solusi, 115 ribu perajin tahu tempe di seluruh Indonesia akan turun ke jalan.”

“Aksi ini salah satu aspirasi para perajin tempe, dengan harapan pemerintah mau mendengar kesulitan pedagang kecil. Tujuan kami agar pemerintah lebih peduli lagi terhadap komoditi kedelai dengan harapan supaya harganya tidak naik terus,” tegas Suyanto, kemarin.

BAHAN BAKU
DISITA

Aksi mogok massal dilakukan serentak hampir di seluruh wilayah. Di Jakarta Barat, Ketua  KOPTI (Koperasi Primer Tahu Tempe) setempat, Suharto, mengaku pihaknya telah menghentikan secara paksa produsen yang masih saja berproduksi. Bahan baku yang tengah diolah disita dan diserahkan ke kompleks perumahan KOPTTI  Semanan, Kalideres,“Perajin yang melanggar itu sudah dimintai keterangan dan yang bersangkutan sudah meminta maaf dan mendukung yang dilakukan para perajin tahu tempe.” jelas Suharto.

Suharto memberikan batas waktu kepada  pemerintah hingga Sabtu (28/7). Jika tidak maka pihaknya akan menaikkan harga di pasaran. “Jika sebelumnya kami jual Rp3 ribu akan naik menjadi Rp4 ribu. Untuk tempe besar dari Rp6 ribu menjadi Rp8 ribu.”

Seperti diketahui penghentian produksi yang dilakukan para perajin tahu tempe akibat naiknya harga kedelai mencapai 35 persen dihitung dari Rp5.500/kg, naik menjadi Rp6.700/Kg, kemudian  pada Juli harganya naik Rp100 perkilogramnya setiap harinya. Dan kini telah mecapai Rp 7.900/Kg.

TAK TIMBULKAN GESEKAN

Kasmito, pengawas Primer Koperasi Tahun Tempe Indonesia (Primkopti) Jakarta Timur, Rabu (25/7), mengatakan aksi sweeping tidak menimbulkan gesekan sesama pedagang.  “Aksi ini untuk kebersamaan kita mengawasi tukang tahu tempe agar ada perhatian dari pemerintah.”
Kasmito menambahkan, aksi mogok massal ini merupakan hasil keputusan rapat Puskopti DKI Jakarta pada tanggal 18 Juli 2012 lalu. Disepakati mulai Selasa (24/7) malam, perajin tempe dan tahu di semua wilayah DKI Jakarta melaksanakan demo mogok produksi dan berjualan. Rencananya aksi ini digelar hingga Jumat (27/7) mendatang.

Penghentian pproduksi tahu tempe juga berlangsung di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Bahkan tidak menutup kemungkinan di 18 provinsi di Indonesia. Mengingat,  menurut Suharto ada 177 PrimKOPTTI, masing-masing Aceh ada 2, Riau 3, Kepri 3, Jambi 4,Sumbar 3,Sumsel 10,Lampung 10,Bengkulu 3,Bangka Belituing 4,Banten 5,Jabar 25, DKI 5, Jateng 35,DIY 5,Jatim 43,Bali 4 dan NTB 4 Prim KOPTTI.

”Jumlah anggota perajin untuk DKI 4.821 orang dengan kebutuhan kedelai 10.060 ton/bulan. Sedang nasional 83.545 perajin dengan kebutuhan kedelai 132.350 ton/bulan,” tegasnya.

HARAPKAN SOLUSI

Bagi warga yang menjadi konsumen tahu tempe. kondisi ini tentu saja membuat mereka resah. “Harga sembako sudah menjerat leher, giliran tahu tempe tak ada yang jual. Lantas rakyat mesti makan apa?” keluh Suryati, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ia pun mengharapkan pemerintah memberikan solusi.

Menanggapi ini, Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono menyatakan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam rakor pangan telah mengambil kebijakan terkait kelangkaan   kedelai. Diputuskan mulai  Rabu  hingga akhir tahun 2012 impor kedelai dibebaskan dari  bea masuk.

Diharapkan dengan adanya pembebasan bea masuk maka kelangkaan kedelai teratasi dan harga dalam negeri bisa turun.

Terkait langkanya tahu tempe di pasaran ibukota, hari ini (Kamis 26/7), Pemprov DKI, menggelar dialog dengan perajin tahu tempe di Jakarta.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI Jakarta, Ratnaningsih, mengatakan persoalan kelangkaan kedelai sudah diatasi dengan adanya tiga rekomendasi dari Kementerian Perdagangan.
“Sudah ada tiga rekomendasi untuk mengakomodir keinginan perajin tahu dan tempe,” Ratnaningsih.

Rekomendasi itu antara lain penurunan bea impor kedelai dari 5 persen menjadi 0 persen, melibatkan Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (KOPTI) sebagai importir kedelai dan pengendalian harga kedelai oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).  (guruh/yulian/wandi/herman/rachmi/iwan/angga/dadan/faisal/dwi/swsetiawan/o)

Teks Gb

Bahan baku tempe dan tahu yang disita perajin dari salah satu produsen tahu tempe.(herman)

Foto : 4 Perajin tahun tempe tengah melakukan razia terhadap perajin yang masih memproduksi, di kompleks pengrajin tahun tempe (KOPTTI) Semanan, Rabu dinihari.   (herman)

Pos 1:

PERAJIN TEMPE
ULTIMATUM
PEMERINTAH

JAKARTA (Pos Kota) – Bagai bola salju, melonjaknya harga kedelai menggelindingkan gejolak

sosial yang cukup besar. Bukan hanya produsen komoditi tersebut yang resah, konsumen makanan

rakyat itu pun kelimpungan karena tempe dan tahu kini menjadi barang langka.

Protes dilakukan lewat aksi mogok produksi tempe yang dimulai sejak kemarin. Aksi sweeping

juga digelar beberapa perajin dan pedagang tahu tempe. Mereka menyisir pasar tradisional

untuk mencari pedagang tahu tempe yang memanfaatkan situasi dengan tetap berdagang.

Jika tak ada solusi mengatasi problem ini, Ketua Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu Tempe

Indonesia (Gabkoptindo), Suyanto, mengultimatum pemerintah, bahwa pihaknya akan terus

mengimbau seluruh produsen dan pedagang untuk menghentikan produksi serta mensweeping tahu

tempe di pasaran.
“Kalau sampai tanggal 27 (besok, red) tak juga ada solusi, 115 ribu perajin tahu tempe di

seluruh Indonesia akan turun ke jalan.”

“Aksi ini salah satu aspirasi para perajin tempe, dengan harapan pemerintah mau mendengar

kesulitan pedagang kecil. Tujuan kami agar pemerintah lebih peduli lagi terhadap komoditi

kedelai dengan harapan supaya harganya tidak naik terus,” tegas Suyanto, kemarin.

BAHAN BAKU
DISITA

Aksi mogok massal dilakukan serentak hampir di seluruh wilayah. Di Jakarta Barat, Ketua

KOPTI (Koperasi Primer Tahu Tempe) setempat, Suharto, mengaku pihaknya telah menghentikan

secara paksa produsen yang masih saja berproduksi. Bahan baku yang tengah diolah disita dan

diserahkan ke kompleks perumahan KOPTTI  Semanan, Kalideres,“Perajin yang melanggar itu

sudah dimintai keterangan dan yang bersangkutan sudah meminta maaf dan mendukung yang

dilakukan para perajin tahu tempe.” jelas Suharto.

Suharto memberikan batas waktu kepada  pemerintah hingga Sabtu (28/7). Jika tidak maka

pihaknya akan menaikkan harga di pasaran. “Jika sebelumnya kami jual Rp3 ribu akan naik

menjadi Rp4 ribu. Untuk tempe besar dari Rp6 ribu menjadi Rp8 ribu.”

Seperti diketahui penghentian produksi yang dilakukan para perajin tahu tempe akibat naiknya

harga kedelai mencapai 35 persen dihitung dari Rp5.500/kg, naik menjadi Rp6.700/Kg, kemudian

pada Juli harganya naik Rp100 perkilogramnya setiap harinya. Dan kini telah mecapai Rp

7.900/Kg.

TAK TIMBULKAN GESEKAN

Kasmito, pengawas Primer Koperasi Tahun Tempe Indonesia (Primkopti) Jakarta Timur, Rabu

(25/7), mengatakan aksi sweeping tidak menimbulkan gesekan sesama pedagang.  “Aksi ini untuk

kebersamaan kita mengawasi tukang tahu tempe agar ada perhatian dari pemerintah.”
Kasmito menambahkan, aksi mogok massal ini merupakan hasil keputusan rapat Puskopti DKI

Jakarta pada tanggal 18 Juli 2012 lalu. Disepakati mulai Selasa (24/7) malam, perajin tempe

dan tahu di semua wilayah DKI Jakarta melaksanakan demo mogok produksi dan berjualan.

Rencananya aksi ini digelar hingga Jumat (27/7) mendatang.

Penghentian pproduksi tahu tempe juga berlangsung di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi

(Jabodetabek). Bahkan tidak menutup kemungkinan di 18 provinsi di Indonesia. Mengingat,

menurut Suharto ada 177 PrimKOPTTI, masing-masing Aceh ada 2, Riau 3, Kepri 3, Jambi

4,Sumbar 3,Sumsel 10,Lampung 10,Bengkulu 3,Bangka Belituing 4,Banten 5,Jabar 25, DKI 5,

Jateng 35,DIY 5,Jatim 43,Bali 4 dan NTB 4 Prim KOPTTI.

”Jumlah anggota perajin untuk DKI 4.821 orang dengan kebutuhan kedelai 10.060 ton/bulan.

Sedang nasional 83.545 perajin dengan kebutuhan kedelai 132.350 ton/bulan,” tegasnya.

HARAPKAN SOLUSI

Bagi warga yang menjadi konsumen tahu tempe. kondisi ini tentu saja membuat mereka resah.

“Harga sembako sudah menjerat leher, giliran tahu tempe tak ada yang jual. Lantas rakyat

mesti makan apa?” keluh Suryati, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ia pun mengharapkan pemerintah memberikan solusi.

Menanggapi ini, Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono menyatakan Menko Perekonomian Hatta

Rajasa dalam rakor pangan telah mengambil kebijakan terkait kelangkaan   kedelai. Diputuskan

mulai  Rabu  hingga akhir tahun 2012 impor kedelai dibebaskan dari  bea masuk.

Diharapkan dengan adanya pembebasan bea masuk maka kelangkaan kedelai teratasi dan harga

dalam negeri bisa turun.

Terkait langkanya tahu tempe di pasaran ibukota, hari ini (Kamis 26/7), Pemprov DKI,

menggelar dialog dengan perajin tahu tempe di Jakarta.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI Jakarta, Ratnaningsih,

mengatakan persoalan kelangkaan kedelai sudah diatasi dengan adanya tiga rekomendasi dari

Kementerian Perdagangan.
“Sudah ada tiga rekomendasi untuk mengakomodir keinginan perajin tahu dan tempe,”

Ratnaningsih.

Rekomendasi itu antara lain penurunan bea impor kedelai dari 5 persen menjadi 0 persen,

melibatkan Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (KOPTI) sebagai importir kedelai dan

pengendalian harga kedelai oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

(guruh/yulian/wandi/herman/rachmi/iwan/angga/dadan/faisal/dwi/swsetiawan/o)

Teks Gb

Bahan baku tempe dan tahu yang disita perajin dari salah satu produsen tahu tempe.(herman)

Foto : 4 Perajin tahun tempe tengah melakukan razia terhadap perajin yang masih memproduksi,

di kompleks pengrajin tahun tempe (KOPTTI) Semanan, Rabu dinihari.   (herman)

  • http://www.facebook.com/suyanto.udo Suyanto Udo

    PENGHAPUSAN BEA MASUK SANGAT TIDAK EFEKTIF JUSTRU HANYA AKAN MENGUNTUNGKAN PARA IMPORTIR YG SELAMA INI MEMAINKAN HARGA SEENAKNYA SENDIRI,PENGRAJIN TETEP AJA SENGSARAAAAA……!

  • oman

    Msh banyak ditemukan tempe di Semarang dan sekitarnya,Penghapusan Bea masuk akan sangat mematikan petani kedelai,harusnya beri insentif kepada petani kedelai…