Monday, 24 September 2018

Perajin Tahu-Tempe di Purwakarta Masih Produksi

Kamis, 26 Juli 2012 — 9:01 WIB
perajin-tahu

PURWAKARTA (Pos Kota) – Mahalnya harga kedelai belum memengaruhi industri tahu tempe di Kab Purwakarta. Sejumlah sentra pengrajin tahu tempe tetap beroperasi,meski sepekan ini,dirasakan mereka ongkos produksi membengkak karena kenaikan harga kedelai.

Diakui satu pengrajin tahu di Kel Sindang Kasih Rahmat Hidayat, 32, biasanya pasokan kedelai dilakukan tiga hari sekali. Namun, sejak harga kedelai naik Rp 9000/kg, suplai kedelai mulai tak lancar. ” Hari ini seharusnya stok bahan baku sudah tersedia untuk produksi besok. Tapi belum datang juga,”ungkapnya, kemarin.

Ia mengungkapkan,sejak lama perajin tahu dan tempe menggunakan kedelai impor dari Amerika. Soalnya, kedelai lokal tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan perajin. Selain itu, tersendatnya kiriman kedelai ini menandakan komoditi tersebut akan langka. Mengingat, harga kedelai setiap harinya terus naik. Sampai hari ini, harga kedelai mencapai Rp 8.500/kg. Padahal, sebelumnya hanya Rp 6.500/kg.

Sujoyo, Wakil Ketua Paguyuban Pengusaha Tempe Kab Purwakarta menuturkan, para pengrajin tempe kini mensiasati produksinya menyusul kenaikan harga kedelai. ” Kita tak menaikan harga jual ke konsumen. Seperti tempe terbungkus daun pisang tetap masih ada yang dijual Rp 2000. Siasat kita ya dengan mengurangi kandungan kedelai dari 4 ons menjadi 3,5 ons untuk ukuran 20 cm,”terangnya.

Pengamatan Pos Kota mengisyaratkan, tahu tempe masih banyak dijual di pasar tradisional di Purwakarta dan harganya pun tak mengalami kenaikan. Makanan berbahan baku kacang kacangan ini memang banyak diminati masyarakat.

Masyarakat konsumen tahu tempe sempat khawatir tak ada lagi yang menjual tahu tempe di pasar. ” Tahu tempe ini kan masuk 4 sehat 5 sempurna dan disukai banget oleh 3 anak anak saya. Makanya ketika ramai terdengar bahan baku tempe tahu naik, saya sempat khawatir barangnya menghilang. Alhamdulillah masih ada dijual dipasar,” kata Ny Lilis, 45, warga Kec Bungursari,Purwakarta, Rabu (25/7). (dadan)

Teks ; Perajin tempe dan tahu masih berproduksi di Purwakarta meski kacang kedelai mahal (dadan)