Friday, 16 November 2018

Di Pasaran, Tempe Masih Menghilang

Jumat, 27 Juli 2012 — 15:08 WIB
tempe

JAKARTA (Pos Kota) – Urusannya memang cuma tahu dan tempe. Tetapi kalau sampai tak nongol di pasaran hingga 3 hari berturut-turut, tentu kaum ibu dibuat pusing tujuh keliling.

“Bingung ngatur menunya, bingung ngatur duit belanjanya. Kalau ada tempe dan tahu kan bisa variasi,” ujar Ny Rohana, warga, Jumat (27/7).

Ia sendiri bingung, mengapa hanya persoalan tahu dan tempe, pemerintah tidak bisa segera mengatasi, hingga kondisinya berlarut-larut. “Kalau mau naikin harga tahu tempe, nggak perlu pakai ngilang begini. Naik harga boleh asal yang pantes aja,” tambahnya.

Menurutnya, tahu tempe sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok rakyat. Karena itu saat tahu tempe menghilang, banyak kaum ibu yang kelimpungan.

Beberapa ibu rumah tangga mengaku berburu tahu tempe sejak subuh mulai dari pasar tradisional hingga pedagang sayur keliling. Namun hasilnya nihil. Tak satu pun pedagang yang menjajakan tahu tempe.

Sutrisno, pedagang sayur keliling mengakui tiga hari ini tahu dan tempe menjadi jenis makanan yang paling banyak diburu kaum ibu. “Wah jadi primadona,” katanya.

Sayangnya, sampai hari ketiga sejak tempe tahu menghilang dari pasaran, belum ada kejelasan kapan produsen tahu tempe bakal berproduksi lagi.

“Sementara libur dulu makan tempenya,” lanjut Sutrisno.

Iwan , pedagang tahu keliling lebih naas lagi nasibnya. Ia terpaksa nganggur akibat tidak ada barang dagangan yang dijajakan. “Sudah 3 hari saya nggak ada pemasukan,’ keluhnya.

Pria yang sudah 6 tahun menjadi pedagang tahu keliling tersebut mengaku ketika masih ada tahu, ia bisa membawa pulang uang belanja ke rumah rata-rata 15 ribu hingga 20 ribu per hari. “Saya bisa ngabisin 4 kaleng tahu dalam sehari.”

Sekarang ia tidak bisa berbuat banyak. Untuk kebutuhan makan terpaksa mengandalkan penghasilan istrinya yang hanya buruh cuci. (inung)