Sunday, 23 September 2018

Di Purwakarta

Kasihan Konsumen, Perajin Tahu-Tempe Tetap Produksi

Senin, 30 Juli 2012 — 22:21 WIB
iluskasihan

PURWAKARTA (Pos Kota) – Perajin tahu tempe di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat mengaku harga kedelai menurun sedikit dalam sepekan ini. Harga Rp 200/kg, dari semula mencapai Rp 9500/kg. Dalam kondisi normal harga kedelai berkisar Rp 8000-8500/kg. Kendati demikian, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, perusahaannya tetap memproduksi tahu tempe.

“Kalau perajin tahu tempe di kabupaten/kota lain masih ada yang mogok kerja akibat mahalnya bahan baku tahu tempe ini. Tapi, di sini kami tetap berproduksi karena kasihan konsumen,” ucap Kardi, satu perajin di Kp Upas, Kel Nagri Kidul, ditemui Pos Kota, Senin (30/7).

Pengamatan Pos Kota di perusahaan tahu tempe di tempat Kardi bekerja mengisyaratkan, sejumlah tungku pembakaran tahu tidak beroperasi. Dari delapan tungku, hanya tiga tungku saja yang dioperasikan.

Diakui Kardi, tidak dioperasikannya seluruh tungku karena kondisi yang belum stabil. Pihaknya masih menunggu pemerintah menekan harga kedelai supaya keberlangsungan perajin tahu tempe dinegeri ini kembali menggeliat.

Satu konsumen tahu tempe, Hasan, bersyukur kendati perajin tahu tempe kini didera mahalnya kedelai, namun di Purwakarta ia masih bisa menikmati makanan yang syarat kandungan protein dan nabati tersebut.
“Saya tahu sebulan terakhir ini, perajin tahun tempe dinusantara dilanda krisis kedelai karena harganya yang mahal. Tapi alhmadulillah di Purwakarta masih ada perajin tahu tempe setia melayani konsumen dengan kontinyu memproduksi tahu tempe dan menjual ke pasar umum,” pungkasnya. (dadan)

Teks : Perajin tahu tempe di Purwakarta tetap produksi