Thursday, 20 September 2018

Puasa Merasakan Penderitaan Orang Lain

Rabu, 1 Agustus 2012 — 11:49 WIB

Assalamu`alaikum Wr.Wbr.
Alhamdulillah, kita sekarang masih diberi kekuatan dan kesehatan oleh Allah SWT, sehingga bisa menunaikan perintah shoum (puasa), salat dan amalan-amalan lainnya pada bulan suci ini.

Satu di antara rahasia ibadah puasa adalah merasakan betapa lapar dan haus orang miskin, sekaligus mengalami beratnya penderitaan orang lain karena tidak berpunya.

Sementara kita, hanya merasakan lapar dan haus untuk beberapa jam (mulai dari imsak hingga waktu maghrib), sedangkan penderitaan orang lain tidak tahu kapan penderitaan mereka berakhir. Selain kebutuhan dasarnya belum terpenuhi, juga faktor keamanan dan kenyamaan masih menyelimuti mereka, yang juga saudara-saudara kita di belahan dunia ini.

Tentu diharapkan, ibadah puasa Ramadhan yang kita jalani iniĀ  dapat membentuk kepribadian dan solidaritas tinggi terhadap sesama muslim.

Lihatlah kondisi saudara-saudara kita yang menjadi minoritas di negara atau di daerah lain. Mereka tidak nyaman dan khusuk untuk menunaikan ibadah. Keamanannya terganggu dan sandang pangannya pun tidak mencukupi.

Padahal konsepsi dasar ajaran Islam sudah terpaku kokoh, yakni perintah zakat, infaq, sadaqah dan zakat firah. Inilah kekuatan ekonomi Islam yang dahsyat, sehingga mampu membebaskan penderitaan umat Islam Indonesia dan dunia, termasuk di lingkungan terdekat di sekitar kita. Tapi kenapa Islam yang punya konsep, sementara operasional dan prakteknya dikuasai orang lain?

Saudaraku……..
Dalam ibadah puasa, kita semua merasakan lapar dan haus. Begitulah dirasakan orang lain yang hidup dalam keterbatasan dan kekurangan. Sesungguhnya, ibadah puasa telah mampu menyamakan status ekonomi orang kaya dengan orang miskin, namun begitu berbuka puasa, banyak di antara kita yang lupa makna hakiki puasa itu sebenarnya.

Wassalam
syamsir_bastian@yahoo.com