Monday, 24 September 2018

Triyatno Sumbang Perak Untuk Indonesia

Rabu, 1 Agustus 2012 — 6:50 WIB

LONDON – Triyatno mempersembahkan medali perak untuk Indonesia setelah berhasil mengangkat beban 333 kilogram di kelas 69 kilogram putra cabang angkat besi Olimpiade London.

Dalam lomba Selasa malam (31/07) atau Rabu dini hari WIB, atlet kelahiran Lampung berusia 24 tahun ini berhasil mengangkat 145 kilogram untuk snatch dan 188 kilogram untuk clean and jerk.

Bagi Triyatno ini adalah medali kedua di Olimpiade setelah empat tahun lalu di Beijing ia meraih medali perunggu di kelas 62 kilogram.

Pelatih tim angkat besi Indonesia, Lukman, mengatakan ia tidak memperkirakan Triyatno akan meraih perak.
“Ia tampil luar biasa. Tadinya kami perkirakan prestasi terbaiknya adalah perunggu. Ternyata ia bisa meraih perak,” kata Lukman dalam perbincangan melalui telepon dengan BBC Indonesia.

“Memang kami tidak memberikan tekanan kepada atlet. Kami hanya minta memperbaiki total angkatan saja. Ini hasil yang sangat membanggakan,” tambah Lukman.

Triyatno sendiri, kata Lukman, mengaku sangat senang dan bangga bisa mempersembahkan medali perak untuk Indonesia.

Dengan prestasi ini, kontingen Indonesia sejauh ini mengumpulkan satu perak dan satu perunggu di Olimpiade 2012.

Perunggu Indonesia juga diraih dari cabang angkat besi melalui Eko Yuli Irawan di kelas 62 kilogram.

Di kelas 69 kilogram Olimpiade London, medali emas diraih atlet Cina, Lin Qingfeng, dengan total angkatan yang jauh melebihi peserta lain, 344 kilogram. Lin berhasil mengangkat beban seberat 157 kilogram untuk snatch dan 187 kilogram untuk clean and jerk.

Juara Asia ini berusaha memecahkan rekor dunia dengan mengangkat beban 198 kilogram untuk clean and jerk, namun upaya ini gagal.

Medali perunggu diraih atlet Rumania, Razvan Martin, dengan total angkatan 332 kilogram, dengan rincian 152 kilogram untuk snatch dan 180 kilogram untuk clean and jerk. (BBC/b)

Teks : Triyatno luar biasa bisa memperssmbahkan medali perak dari cabang angkat besi di Olimpiade London (reuters)