Stiker TNI di Kendaraan Dirazia

Kamis, 2 Agustus 2012 — 16:11 WIB
razia-sub

SUKABUMI (Pos Kota) – Ratusan stiker berlogo TNI yang ditempel di plat nomor polisi kendaraan berhasil bersihkan dalam razia yang digelar aparat Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) III/1-2 Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (2/8/2012) siang.

Dalam operasi yang dipusatkan di kawasan Lingkar Selatan Kota Sukabumi ini, petugas juga berhasil mengamankan atribut TNI lainnya, seperti jaket dan celana.

Pantauan di lokasi, operasi yang dipimpin Komandan Subdenpom III/1-2 Sukabumi, Kapten CPM Herly Subandi ini menghentikan setiap kendaraan roda dua maupun empat yang melintas, terutama  yang beratribut TNI. Hasilnya, dari mayoritas kendaraan pribadi ratusan stiker berlogo TNI langsung dicopot.

Namun, petugas polisi militer hanya memberikan teguran kepada pemilik kendaraan yang kedapatan menempel atribut TNI tersebut. Selanjutnya, petugas melepaskan para pengendara tersebut. Malah, dalam razia tersebut sedikitnya 15 anggota TNI berhasil terjaring. Namun, ke-15 anggota TNI aktif tidak ada yang ditindak karena mengantongi kelengkapan surat keluar dari kesatuannya masing-masing.

“Kebanyakan atribut TNI yang diamankan berupa stiker menempel di plat nopol. Kita hanya memberikan peringatan saja, hanya mencopot atribut TNI tersebut. Ada ratusan stiker berlogo TNI. Ada juga jaket dan celana TNI yang dipakai sipil kita amankan. Barang bukti ini kita langsung musnahkan,” kata  Komandan Subdenpom III/1-2 Sukabumi, Kapten CPM Herly Subandi kepada Pos Kota usai memimpin razia.

Ditegaskan Herly, tindakan penyitaan atribut TNI dari warga sipil ini  untuk menjaga citra TNI di mata masyarakat. Menurutnya, dikhawatirkan warga sipil tersebut memakai atribut militer untuk hal-hal yang tidak baik seperti melakukan tindakan kriminal.

“Operasi ini akan terus dilakukan secara berkala. Kegiatan ini merupakan instruksi dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Jangan sampai, atribut militer ini disalahgunakan,” ungkapnya.

Aditya, salah seorang warga mengaku penertiban berbagai atribut TNI seharusnya dilakukan terus menerus. Sepengetahuannya, tidak sedikit atribut militer dipakai untuk sekadar unjuk kegagahan.

(sule/sir)

Teks Gbr- Petugas  Subdenpom III/1-2 Sukabumi tengah melakukan razia atribut militer di ruas Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (2/8). (sule)

  • arri 78

    di jakarta ama bekasi juga banyak nomer polisi di tempeli stiker TNI kapan di razia pak…..motifnya apa sih ?? biar orang takut, biar pak polisi gak berani nilang

  • Warga Pinggiran Jakarta

    Mudah-mudahan di Jakarta juga razia atribut POLRI DAN TNI, karena atribut tersebut hanya untuk menakut-nakuti dan pamer kalau sauadaranya ada yang menjadi aparat di POLRI dan TNI, dan biasanya mobil dan motor yang ditempeli atribut POLRI dan TNI arogan dalam mengendarai kendaraan di jalanan. Seperti jalan raya punya mbahnya. Ini realita jalanan di Jakarta!!!

  • agus

    makanya pak,..kasih contoh yg baik,..
    rakyat meniru dari perilaku aparat (kepolisian dan TNI)..
    sebagian besar para aparat selalu semau nya jika di jalan raya.

  • pria sadar hukum

    setuju…kl perlu di foto biar ada arsip jika ada kasus kejahatan….

  • Wong Deso

    Terus lakukan razia. Banyak warga biasa memakai atribut TNI maupun POlri untuk menakut-nakuti warga lainnya. Mudah-mudahan di Bogor juga dilakukan hal yang sama

  • Arek Jujur

    Justru atribut-atribut TNI dan POLISI kebanyakan dari keluarga POLRI dan TNI, hanya untuk pamer dan gagah2an di jalan raya. Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bogor semoga dirazia. Salut untuk SUBDENPOM Sukabumi, harus diberi penghargaan. Biar citra POLRI dan TNI di mata masyarakat semakin baik. Saran saya, jangan terlalu bangga dan congkak dengan atribut-atribut TNI dan POLRI. Rakyat yang membayar anda melalui pajak.

Terbaru
Terpopuler
Jumat, 24 Juli 2015 — 16:25 WIB
Jakarta
Jumat, 24 Juli 2015 — 15:59 WIB
Internasional
Jumat, 24 Juli 2015 — 14:56 WIB
Hankam
Jumat, 24 Juli 2015 — 14:54 WIB
Hankam
Jumat, 24 Juli 2015 — 14:54 WIB
Hankam
Jumat, 24 Juli 2015 — 14:24 WIB
Depok
Jumat, 24 Juli 2015 — 14:18 WIB
Agama
Jumat, 24 Juli 2015 — 14:16 WIB
Jakarta