Sunday, 23 September 2018

Menutup Biaya Hidup, Terpaksa Jual Harta Benda

9 Bulan Pemain Persipasi Belum Gajian

Jumat, 3 Agustus 2012 — 14:34 WIB
persipasi-sub

BEKASI (Pos Kota) – Sudah sembilan bulan para pemain Persatuan Sepakbola Indonesia Patriot Bekasi (PERSIPASI) belum mendapat gaji. Mereka mengancam akan keluar dari Persipasi dan tidak mau membela lagi tim Kota Bekasi itu.

”Nasib kami ditelantarkan dan tidak dihargai. Sudah sembilan bulan gaji kami tidak dibayar. Kami menagih janji walikota. Selama ini kami cuma dijanjikan terus. Kami menuntut hak, mau makan apa anak dan istri kami,” tegas  satu pemain Persipasi, Pipik Suratno.

Persepakbolaan Kota Bekasi sepertinya hidup tak mau mati pun enggan.  “Nasib kami diombang-ambing terus, tidak ada kejelasan. Kami telah berjuang mati-matian untuk Kota Bekasi. Kami meminta Pemkot membuka hati, memikirkan nasib pemain, pelatih dan official,” ungkap Ega Raka Galih, pelatih fisik tim Persipasi.

Untuk menutup biaya hidup, mereka terpaksa menjual harta benda. “Sudah habis harta benda kami untuk bertahan hidup, mobil dan motor sudah dijual,” tegas Pipik kesal.

Selain gaji pemain, pelatih dan official, biaya catering dan sewa mess juga belum dibayar. Total yang harus dibayar Pemkot Bekasi mencapai Rp6 miliar.

Sekretaris Daerah(Sekda) Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji Yang ditanyakan hal ini mengatakan, sebelum lebaran akan dibayar. ”Insya Allah sebelum lebaran bisa diselesaikan,” jelas dia.

Disinggung soal janji-janji Pemkot Bekasi yang tak pernah ditepati, Rayendra berkelit bahwa dia  tidak pernah menjanjikan. “Saya tidak pernah menjanjikan, tanya saja sama pemainnya,” kilah Rayendra, Jumat (3/8/2012).

(dieni/sir)

Teks Gbr- Pemain Persipasi yang belum digaji selama 9 bulan. (dieni)