Minggu, 5 Agustus 2012 17:26:31 WIB

Puasa Mendisiplinkan Diri

Assalamu`alaikum Wbr.Wbr.
ALHAMDULILLAH  Wasyukrillah… Kita masih diberikan kekuatan dan kesehatan, serta nikmat yang tidak terhingga dari Allah SWT. Sebagaimana dimaklumi bahwa puasa Ramadhan mengandung berbagai hikmah dan keutamaan. Yang paling dominan adalah kedisiplinan dan kejujuran.

Disiplin adalah ketaatan seorang hamba untuk mematuhi perintah-Nya. Dengan penuh keikhlasan dan kejujuran, seorang hamba yang beriman tidak mau melakukan pelanggaran, meski pun dia sendiri, tidak ada orang yang tahu. Kecuali antara dirinya dengan Sang Khaliq. Karena itu, puasa menuntut hambanya berrbuat jujur dan disiplin.

Jujur dalam diri sendiri, jujur kepada keluarga, jujur kepada siapa pun. Ia sebagai orang yang melakukan ibadah puasa, tentu tidak mau berbohong apalagi membohongi diri sendiri. Inilah implementasi dari ibadah puasa yang kita jalani.

Kemudian disiplin, yaitu taat dan patuh kepada segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Tidak mau melanggar sesuatu yang sudah ditentukan oleh Allah SWT, Misalnya, berbuka pada waktu yang belum ditentukan, sahur sebelum imsak dan sebagainya. Dalam hal ini diperlukan disiplin, karena tidak dibolehkan berbuka puasa sebelum waktunya.

Saudaraku…
Hendaknya Melalui puasa Ramadhan ini mari kita disiplinkan diri kita lebih dahulu, baru keluarga dan masyarakat sekitar. Mulailah sesuatu perbuatan dari diri sendiri, keluarga dan kemudian kepada orang lain, sebagai bukti bahwa ibadah puasa yang kita jalani ini membekas dalam kepribadian kita. Insya Allah..

Wasslam
syamsir_bastian@yahoo.com

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.