Tuesday, 20 August 2019

Marzuki Alie : Jangan Ketua Umum Melulu yang ‘Nyapres’

Senin, 6 Agustus 2012 — 14:07 WIB
Marzuki Alie2

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Marzuki Alie, setuju dengan wacana  calon presiden independen karena  jangan melulu ketua umum partai politik untuk Pilpres 2014.

“Jangan kita paksakan hanya untuk  ketua umum partai yang harus jadi presiden, itu enggak baik. Enggak baik karena kapasitas belum tentu  cukup, enggak punya pengalaman. Ada orang yang punya pengalaman integritas, kenapa enggak dia sebaga calon indipenden,”  tegas  Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Senin (6/8).

Menurut Marzuki, dirinya  telah membicarakan wacana capres independen dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  Dan SBY mengatakan pada waktunya Tuhan akan mengirimkan calon pemimpin Indonesia.
Bagi Marzuki, kalimat itu berarti banyak pemimpin di luar parpol yang pantas menjadi capres. Dan mungkin bisa untuk Pilpres 2014 atau Piplres berikutnya.

Partai Demokrat sendiri pada waktunya akan mendorong  kadernya atau orang luar untuk menjadi capres 2014. Bisa saja partainya mencari orang profesional yang sudah berkontribusi banyak untuk Indonesia.

“Misalnya Menteri Keuangan Agus Marto. Kalau dia (Agus–red) bagus ya kenapa tidak. Dia berjuang dari bawah ke atas, track recordnya bagus, punya sikap integritas bagus, trus kita lihat why not untuk kita endorse. Ada juga misalnya Pak Zulkifli, ada Pak Emir Satar, ya, seperti itu kan orang-orang Indonesia semua kan,” ucap Marzuki.

Ditambahkan Marzuki,  agar partainya memilih orang luar parpol yang tidak mempunyai konflik. Tak mempunyai perusahaan. Carilah capres yang mempunyai rekam jejak yang bagus, tak berkasus dan memang bekerja untuk negara.

“Tidak harus melalui jalur parpol, loh. Jadi jangan seolah-olah oligarki parpol menutup ruang kepada anak bangsa yang mampu, punya kapasitas untuk memimpin negara ini. Itu tidak baik,” ucap Marzuki.

Ditambahkan Marzuki,  sistem perekrutan kaderisasi parpol masih bermasalah. Oleh sebab itu, jangan menutup ruang untuk tokoh yang mempunyai kapasitas. Jika demikian Indonesia tidak akan mendapatkan pemimpin yang baik. (prihandoko/dms)

  • RhomaSableng

    Omongannya bakal beda kalau dia jadi KETUM alias Kentut Umum

  • PANJI

    Iya jangan ketua melulu yang nyapres, sekali sekali KETUA DPR lah yg ditawarin. Marjuki, marjuki jadi ketua dpr juga kalo gak jilat pantat sibuya kaga bakalan kayak sekarang. NGACA DONG.