Kamis, 29 September 2016

Direkontruksi, Pembunuhan Bapak dan Anak di Depok

Jumat, 10 Agustus 2012 — 16:53 WIB
Rekontruksi Depok01

DEPOK (Pos Kota) – Empat orang tersangka pembunuh bapak dan anak di Bojong Gede, menjalani rekontruksi di ruang reserse Polresta Depok. Rekontruksi berlangsung sekitar 1,5 jam .

Kasman, Ariyanto alias Dado, Muhammad Supriyadi, dan Alia Efendi alias Pepen, memperagakan satu persatu  adegan pembunuhan terhadap Jordan Raturomon, dan anaknya, Edward Raturomon.

Terungkap dalam rekontruksi, tiga tersangka:  Kasman, Dado, dan Pepen merasa tidak berjanji memberikan imbalan uang satu juta kepada salahsatu pelaku jika telah berhasil membunuh target.

“Banyak kejanggalan dalam rekontruksi dan pengakuan para tersangka. Tapi kami berfokus terhadap lembaran BAP yang sebelumnya yakni pengakuan dari para tersangka yang berjanji akan memberikan imbalan masing-masing orang satu juta jika berhasil membunuh korban,” ujar Kapolresta Depok, Kombes Mulyadi Kaharni kepada Poskota, Jumat (10/8) siang.

Sementara itu, penguasa hukum tersangka Adi, Herman Dionne yang hadir sewaktu rekontruksi mengatakan, kliennya dijanjikan akan menerima pembayaran yang telah disepekati bersama oleh ketiga pelaku lainnya jika berhasil membunuh.

Namun sampai pembunhan berlangsung, kliennya tidak mendapatkan bayaran sesuai janji, melainkan hanya menerima uang dari Deni sebesar Rp. 100 ribu.

“Klien saya sebelumnya diajak ke rumah Deni untuk pembunuhan yang telah dipersiapkan oleh Deni. Dengan membawa tas selempang warna hitam berisi kapak, martil, dan pisau, alat kejahatan lainnya untuk membunuh,”ujarnya kepada Pos Kota.

Sebelum pembunuhan terjadi, Adi sempat menemui Deni di lapak barang rongsongan di daerah Sawangan. Pertemuan itu untuk membicarakan tentang utang yang telah dipinjamnya dari korban Jordan untuk keperluan sehari-hari mengojek.

“Mereka sepakat melakukan pembunuhan karena masing-masing tersangka terlibat hutang. Kasman berutang Rp. 16 juta, Dodo Rp. 1,5 juta, Pepen Rp. 1 juta, Deni 5 juta dan Adi Rp. 1 juta, ” kata pengacara Adi . “Karena merasa tidak sanggup bayar akhirnya timbulah rencana pembunuhan dari Deni . Dia dibantu oleh rekannya yang hanya menemani saat itu,” ungkapnya.

Rekontruksi dihadiri oleh dua orang pengacara dari KPAI, orang kejaksaan, dan pengacara kuasa hukum pelaku.

Pembunuhan terhadap Jordan Raturomon, dan anaknya Edward Raturomon terjadi di dalam rumah daerah Perumahan Satria Jingga, Bojong Gede, Juli 2012 lalu.

Keempat tersangka merupakan sesama teman lapak barang bekas, tertangkap di daerah Pasir Putih, Sawangan. Pembunuhan disertai dengan pencurian uang dan motor milik korban. (Angga/dms)

Rekontruksi Adi bagaimana membantu Deni untuk membunuh Jordan di rumahnya. (Angga)

Terbaru

Stasiun Lackawana, kota Hoboken, New Jersey rusak parah setelah ditabrak kereta (reuters)
Kamis, 29/09/2016 — 21:53 WIB
Kereta Tabrak Stasiun di New Jersy 1 Tewas 100 Luka
Militer Korea Selatan memeriksa pagar kawat berduri yang memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara (reuters)
Kamis, 29/09/2016 — 21:11 WIB
Tentara Korea Utara Mebelot ke Selatan
cekik-pacar
Kamis, 29/09/2016 — 21:07 WIB
Datangi Kantor Polisi
Keluarga Korban Ramai-ramai Ingin Melihat Wajah Pembunuh Siswi SMP