Tuesday, 18 December 2018

Bakal Menghadang Pemudik

48 Pasar Tumpah Titik Rawan Macet

Senin, 13 Agustus 2012 — 23:01 WIB
iluspasar

JAKARTA (Pos Kota) – Puncak arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran, dengan jumlah pemudik sekitar 16 juta orang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemacetan lalu lintas menghadang mereka terutama di Jalur Pantura.

Titik rawan macet tersebar di banyak lokasi, sedangkan penyebab simpul kemacetan antara lain pasar tumpah, persimpangan jalan, penyempitan jalan, perlintasan KA, perbaikan jalan dan lainnya.

Data di Biro Operasi Polda Jawa Barat tercatat, di jalur Pantura menuju Jateng dan Jatim seluruhnya tercatat 805 titik kemacetan dengan rincian 469 titik berada di jalur mudik utama yakni jalur selatan 198 titik, jalur Pantura 166 titik dan jalur tengah 105 titik. Sedangkan jalur alternatif ada 336 simpul kemacetan.

Sumber kemacetan disebabkan adanya 48 titik pasar tumpah, 9 lokasi pabrik, 17 titik penyempitan jalan, 12 lokasi perbaikan jalan, 3 lokasi perbaikan jembatan, 393 lokasi SPBU, serta 323 lokasi rumah makan.
Selain itu persimpangan jalan serta perlintasan KA juga menjadi sumber kemacetan. Di perlintasan kereta api, pada musim mudik ini setiap 10 menit kereta api berbagai jurusan akan melintas. Kepala Biro Operasi Polda Jabar, Kombes Martanto menjelaskan, 2.935 personel akan diterjunkan di titik-titik rawan macet.

48 PASAR TUMPAH

Jika Polda Jabar mendata ada 48 titik pasar tumpah, pihak Dinas Perhubungan Jabar mencatat ada 42 lokasi pasar tumpah yang terdapat di tiga jalur, yakni utara, tengah dan selatan. “Pasar tumpah ini yang akan mengganggu arus mudik Lebaran,“ kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dicky Sahromi, kemarin.

Dikatakan di jalur utara ada 23 titik pasar tumpah, kemudian jalur tengah ada 9 titik pasar tumpah, dan jalur selatan ada 5 titik. “Sebelas titik pasar tumpah tersebar di wilayah lain, tapi dampaknya ke wilayah Jabar,“ ujarnya.

“Yang paling rawan pasar tumpah Tegalgubuk dan Palimanan kemudian pasar tumpah Tanjungsari, Sumedang, ditambah pasar Limbangan di jalur selatan,“ tambahnya.

Dicky Sahromi mengatakan, kemacetan bukan disebabkan pasar tumpah semata, tapi ada faktor lain di antaranya jalan bergelombang. Di wilayah Jawa Barat ada beberapa titik jalan bergelombang antara lain di Jalan Subang – Cikamurang, Cijelag, di jalur tengah. Sedang untuk jalur selatan bisa dikatakan tak ada tanah bergelombang dan dinilai sebagai jalur paling layak.

PAGAR BETIS

Sedangkan di Jalur Pantura Indramayu, pasar tumpah berada Sukra, Patrol, Eretan, Parean, Cilet, Jatibarang dan Kertasamaya. Di Jalur alternatif ada dua pasar tumpah yaitu di Bangkir, Kecamatan Lohbener dan Karangampel.

Kapolres Indramayu AKBP G. Pangarso Winarsadi mengatakan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas petugas membentuk pagar betis dan menempatkan pos pengamanan.

Khusus di Eretan, pihak Bina Marga sudah menempatkan beton cetak sebagai pembatas aktivitas pengunjung dan pedagang. Pasalnya, pedangan kerap menggelar dagangan di tepi Jalur Pantura Indramayu.

Sedangkan di wilayah Cirebon, Kapolres Cirebon AKBP Hero Henrianto Bachtiar mengungkapkan sedikitnya ada 11 titik macet di jalur mudik Pantura Cirebon. Titik macet ada di sepanjang Pasar Tegalgubug, Arjawinangun, pintu keluar Tol Tegalkarang, Kanci, Pasar Gebang, Kedawung, Pasar Celancang, Pasar Weru, Pasar Plered, Pasar Losari, serta Tol Pejagan.(dono/taryani)