Monday, 24 September 2018

Lebaran, Warga Memburu Pakaian Bekas

Senin, 13 Agustus 2012 — 12:58 WIB
buru

SURABAYA (Pos Kota)- Berburu pakaian untuk berpose di hari lebaran memang sudah menjadi tradisi warga di Nusantara ini. Namun apa jadinya, jika dalam kondisi kocek tipis?. Maka mereka beralih berburu pakaian bekas impor yang menjadi alternatifnya.

Warga berburu pakaian bekas di kawasan Desa Gringging, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Untuk mendapatkan pakaian yang bermerk, trendy dan ekonomis, mereka harus rela memilih satu demi satu pakaian di atas gudang baju bekas impor.

Para pembeli di gudang baju bekas impor pun sangat beragam, baik dari Kediri maupun luar daerah. Mulai dari ibu-ibu, remaja, hingga mahasiswi. Rata-rata mereka memilih berburu pakaian bekas, karena alasan ekonomi demi bergaya pada moment lebaran

Selain itu, disparitas harga antara pakain baru dengan pakaian bekas layak pakai cukup jauh. Bila membeli pakaian bekas mereka rata-rata hanya merogoh kocek Rp 10 hingga 15 ribu per potongnya. Jauh lebih murah dari membeli pakaian baru dengan harga rata-rata Rp 100 ribu per potong.

Di gudang pakain bekas, seolah menjawab semua kebutuhan warga baik untuk jaket, pakaian dalam, baju, maupun celana. Praktis, para pemburu pakain bekas ini, sebagian besar membeli secara borongan
Menurut Suyati salah satu pembeli mengatakan, ia sengaja membeli pakain bekas untuk anak dan kerabatnya dengan alasan berhemat di hari lebaran. Diakuinya, pakaian bekas impor kendati bekas kualitasnya bagus dan bermerk sehingga masih layak dipakai untuk mejeng di hari lebaran

“Kualitasnya tidak kalah dengan pakaian di toko-toko. Masih bagus dan sangat layak untuk dipakai. Harganya pun jauh lebih murah,” ujar Suyati, pembeli asal Kabupaten Mojokerto, Senin (13/8)

Hal senada diungkapkan Yudi, pembeli lainnya, pada moment lebaran ini, ia membelikan pakaian bekas untuk pacarnya. Dirinya beralasan, uangnya pas-pasan untuk memberikan baju baru, karena ia hanya bekerja sebagai kernek truk.

Pada  moment menjelang lebaran ini jumlah pembeli di sentra pakaian bekas impor mengalami kenaikan hingga 40 persen. Harga yang ditawarkan pun cukup beragam, untuk pakaian di lesehan Rp 10 ribuan, yang sudah dilipat Rp 15 ribuan sedangkan untuk yang dipajang mencapai Rp 25 ribuan.

(nurqomar/sir)