Thursday, 20 September 2018

Ditinggal Mudik Pembantu

Jasa Laundry Panen Raya

Selasa, 14 Agustus 2012 — 23:15 WIB
ilusjasa

JAKARTA (Pos Kota) – Menjelang Lebaran, jasa cucian pakaian (laundry) panen raya. Order cucian menumpuk dalam sepekan terakhir ini sehingga sebagian pemilik usaha menolak order.

“Kami sudah nggak bisa terima order lagi, karena cucian yang ada sudah numpuk. Tempatnya sudah nggak memungkinkan,” ujar Lis, karyawan Lala laundry di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (14/8).

Sejak pekan lalu order cucian meningkat tajam hingga lebih dari 100 persen. Umumnya order cucian berasal dari rumah tangga yang sudah ditinggal mudik pembantu rumah tangganya. “Biasanya sehari paling antara 30 sampai 40 kg. Sekarang menjelang lebaran sampai 100 kg lebih,” jelasnya.

1 KG RP7 RIBU

Hal serupa juga terjadi di KwinCling laundy di kawasan Pancoran. Meski order meningkat drastis, tarif jasa cucian tetap tidak naik. Untuk baju per kg Rp7 ribu dengan order minimal 3 kg. Jika order hanya 1 kg, dikenai tarif Rp10 ribu. “Umumnya baju sehari_hari,” ujar Vany, karyawan.

Sprai dan jaket tarifnya berbeda lagi tergantung besar kecil dan beratnya. Jasa laundry kebanyakan memilih tutup selama lebaran dan mulai beroperasi sepekan setelah Lebaran dengan alasan tenaga cucinya mudik. (inung/ak)

Teks :Order jasa cucian panen raya menjelang Lebaran. (inung)