Sunday, 23 September 2018

Pembantu Mudik, Laundy Panen

Selasa, 14 Agustus 2012 — 16:01 WIB
laundry basket

JAKARTA (Pos Kota) – Menjelang Lebaran, jasa cucian pakaian (laundry) panen raya. Order cucian menumpuk dalam sepekan terakhir ini. Akibatnya sebagian besar jasa laundry sudah menolak order sejak kemarin.

“Kami sudah nggak bisa terima order lagi, karena cucian yang ada sudah numpuk. Tempatnya sudah nggak memungkinkan,” ujar Lis, karyawan Lala laundry di kawasan Mampang Prapatan, Jaksel (14/8).

Diakui sejak sepekan lalu order cucian meningkat tajam hingga lebih dari 100 persen. Umumnya order cucian berasal dari rumah tangga yang sudah ditinggal mudik pembantu rumah tangganya.

“Biasanya sehari paling antara 30 sampai 40 kg. Sekarang menjelang lebaran sampai 100 kg lebih,” lanjutnya.

Hal serupa juga terjadi di KwinCling laundy di kawasan Pancoran. Sejak sepekan lalu, order cucian meningkat tajam. “Umumnya baju sehari_hari,” ujar Vany, karyawan.

Meski order meningkat drastis, tarif jasa cucian tetap tidak naik. Untuk baju per kg Rp 7 ribu dengan order minimal 3 kg. Jika order hanya 1 kg, maka dikenakan tarif Rp 10 ribu.
Sprai dan jaket tarifnya berbeda lagi tergantung besar kecil dan beratnya.

Jasa laundry kebanyakan memilih tutup selama lebaran dan mulai beroperasi sepekan setelah Lebaran dengan alasan tenaga cucinya mudik. (Inung/dms)

Order jasa cucian panen raya menjelang Lebaran. (Inung)