Harga Daging Sapi Mungkin Tembus Rp 100 ribu/Kg

Rabu, 15 Agustus 2012
ilusharga

JAKARTA (Pos Kota) – Mendekati Lebaran, permintaan akan daging semakin melonjak. Akibatnya, harganya jadi melangit. Pada H-4 kemarin, harga daging sapi sudah tembus Rp90 ribu/Kg. Bukan tidak mungkin harga tersebut akan terus merangkak naik hingga Rp100 ribu/Kg jika tak ada langkah untuk menekannya.

Yang resah dengan kenaikan harga ini tak cuma ibu-ibu rumah tangga. Pedagang pun ikut mengeluhkannya. Mereka lalu mengadu kepada Fauzi Bowo saat Gubernur DKI tersebut melakukan sidak ke Pasar Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (15/8).

“Karena harga daging sapi naik, harga bakso dan sosis jadi ikut-ikutan naik Bang Fauzi,” tutur Engkus, salah satu pedagang di pasar tersebut.

Selama Ramadhan menurut Engkus, harga bakso naik hingga Rp 3-5 ribu/bungkus. Sedang harga sosis mencapai Rp145 ribu dari sebelumnya sekitar Rp135 ribu/dus. Rata-rata mengalami kenaikan Rp10 ribu per dus (1 dus isi 15 pak, 1 pak = 15 potong sosis).

Sedang ayam potong kini harganya Rp32 ribu/ekor dari sebelumnya Rp 28 ribu. “Naik harganya meski tak terlalu tinggi,” tambah Ny. Sakiyem, pedagang ayam potong.

Menanggapi aspirasi pedagang, Gubernur meminta instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap suplai daging di pasar. “Kami minta dinas pertanian dan BPOM sama-sama mengawasi kesehatan hewan potong dan suplay daging di pasar, termasuk merazia kemungkinan adanya penggunaan formalin pada daging ayam dan ikan. Kita akan rutin melakukan razia,” tandasnya.

Fauzi Bowo menjamin kebutuhan pokok sembako menjelang Lebaran mencukupi terutama beras, terigu, dan gula pasir yang banyak dibutuhkan masyarakat saat ini. “Saya tanya kepada konsumen juga mengakui adanya kenaikan harga. Tapi, yang terpenting ada stok barang, masyarakat pun tidak terlalu mengkhawatirkan,” jelas Gubernur didampingi Kepala Biro Perekonomian DKI, Adi Ariantara, Wakil Wali Kota Jakarta Barat H Sukarno, Humas PD Pasar Jaya, Yohanes Daramonsidi dan sejumlah pejabat Pemkot Jakbar.

Menurut Foke, sapaan Fauzi Bowo, bila terjadi kelangkaan barang kebutuhan pokok, Pemda DKI telah siap mengantisipasi agar harga daging sapi yang kini mencapai Rp 90 ribu/Kg agar tidak melonjak lagi.

RPH DHARMA JAYA

Langkah yang akan dilakukan, melalui Rumah Potong Hewan (RPH) PD Dharma Jaya, yaitu dengan menambah jumlah pasokan daging ke pasar tradisional. Hal tersebut dilakukan agar bisa menekan harga.

“Kita menambah jumlah hewan yang dipotong untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta,” kata Andhika, Pelaksana Tugas (Plt) Dharma Jaya, yang dihubungi, kemarin.

Ia menjelaskan pada hari biasa di bulan Ramadhan, jumlah sapi yang dipotong rata-rata 30 ekor serta ratusan kambing. Namun menjelang Lebaran ini ditambah sampai 100 persen. “Daging beku ini kita kirim ke pasar-pasar tradisional yang ada di Jakarta,” katanya.

Harga daging yang melonjak tersebut ditengarai bukan karena pasokan kurang, tetapi karena permintaannya begitu tinggi. Jumlah sapi yang dimiliki perusahaan tersebut mencapai 1500 ekor yang ditempatkan di satu kawasan di Tangerang.

Sementara itu, Ipih Ruyani, Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian, mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi untuk penamanan jalur distrbusi sapi. Seperti daerah asal Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat. “Sejauh ini tidak masalah dengan pasokan,”katanya.

Sementara itu, Triwitjaksana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, meminta agar Dharma Jaya lebih banyak melakukan terobosan untuk menekan harga daging tersebut. “Bila perlu potong sampai 200 persen dari biasa,”katanya.

FAKTOR PSIKOLOGIS

Menteri Pertanian Suswono berdalih kenaikan harga daging hingga di atas Rp80 ribu per kilogram hanyalah faktor psikologis masyarakat menjelang Lebaran. Pasalnya, stok yang ada saat ini sangat mencukupi sehingga terasa aneh jika harga melonjak tinggi.

“Jika memang harga melonjak terlalu tinggi kami siap memasok sebanyak yang dibutuhkan masyarakat. Saat ini ada stok sapi sebanyak 150 ekor yang siap dikirim ke daerah yang kekurangan,” katanya, kemarin.

Mentan meminta pedagang jangan terlalu memanfaatkan situasi untuk menaikan harga di luar batas wajar. Sebaliknya kepada masyarakat berpesan tidak perlu panik sehingga malah memacu kenaikan harga.
Dari hasil peninjauannya ke sejumlah peternakan sapi, ayam, dan ayam petelur ternyata stok yang ada malah berlebih. Sehingga dia mengaku heran jika sampai terjadi kenaikan yang cukup tinggi.

Ketua Bidang Makanan dan Minuman Kadin, Thomas Darmawan, memperkirakan kenaikan harga daging sapi ini akan terus berlanjut dan mungkin akan mencapai Rp100 ribu/Kg.

“Soalnya pemerintah belum menambah impor. Dari kebutuhan 95 ribu ekor sapi untuk periode Lebaran hingga akhir tahun, pemerintah baru memberi izin impor untuk 35 ribu ekor,” tandasnya saat dihubungi tadi malam.

KEBUTUHAN POKOK

Sementara itu untuk kebutuhan pokok lainnya, Kabiro Perekonomian DKI, Adi Ariantara, menjelaskan rata-rata harga komoditi kebutuhan pokok menjelang Lebaran memang mengalami kenaikan rata-rata 1-2 % atau senilai Rp 1000-Rp2000.

Menurutnya, untuk Ramadhan tahun ini stok kebutuhan pokok masih cukup, termasuk stok beras di Pasar Induk Cipinang. Data dari Dinas Perekonomian DKI Jakarta, stok beras di Pasar Cipinang mencapai 100.520 ton atau cukup untuk 7 sampai 8 bulan.

“Dalam seminggu ini, berdasarkan pantauan kami di lapangan, posisi kenaikan harga barang bahan pokok naik sekitar 1 persen ,”ujar Adi.

(john/rachmi/herman/faisal/setiawan/ak/o)

Teks: Daging sapi semakin mahal menjelang Lebaran ini

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.