Sunday, 15 September 2019

Kursi Sekda Kabupaten Bekasi Jadi Rebutan Pejabat

Kamis, 16 Agustus 2012 — 0:19 WIB
sekdabekas158

BEKASI (Pos Kota) – Pasca pencalonan Sekda Kabupaten Bekasi, H Dadang Mulyadi sebagai Calon Walikota Bekasi, kursi Sekda yang kini kosong menjadi rebutan sejumlah pejabat Eselon II/b.

Dari sejumlah nama, disebut-sebut mengerucut tinggal tiga nama yang diusulkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah ke Gubernur Jawa Barat untuk dipilih salah satunya.

Adapun ketiga nama yang diajukan itu adalah H Achmad Kosasi (Assda I), H Uju (Assda III) dan H Muhyidin (Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu/BPPT).

Namun, dari tiga nama tersebut, H Muhyidin disebut-sebut yang paling kencang tancap gas. Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bekasi ini ramai dibicarakan sudah melakukan pendekatan ke Bupati Bekasi yang juga Ketua Partai Golkar Kabupaten Bekasi, melalui Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, MS Syaifudin (Yance).

PALING NORMATIF

Ketika dikonfirmasi Pos Kota, Muhyidin membantah sudah melakukan manuver politik melalui Partai Golkar Jawa Barat untuk menggolkan dirinya menjadi Sekda Kabupaten Bekasi.

“Saya diajukan menjadi calon sekda karena saya yang paling normatif dari calon-calon lainnya,” aku Muhyidin.

Salah satunya, menurut Muhyidin, pangkatnya (IV/C) paling senior dibanding calon lain. “Selain itu, saya juga sudah banyak memimimpin sejumlah SKPD, dan paling terlama menjadi PNS, 30 tahun,” ungkapnya.

Sedangkan Uju maupun Kosasih, merupakan calon yang paling santai dalam mengambil kesempatan promosi menjadi sekda. Namun begitu, sikap rileks dan tidak terlihat ambisius ini, justeru yang malah membuat keduanya menjadi lebih diperhitungkan. (suzana)